Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘papua selatan’

Oleh Fahmi Risdian dan Dewina

Pada zaman dahulu di daerah Papua selatan di suatu tempat yang bernama Asmat, hiduplah seorang laki-laki tua yang bernama Wai. Dia hidup bersama anak gadisnya yang bernama Tarot. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di hilir sungai.

Pada satu waktu Wai menemukan satu pohon palma yang di sebut pohon sagu di hutan. Wai selalu merawat pohon sagu itu dengan baik. Untuk menjaga agar tidak diambil atau dirusak oleh orang lain, maka Wai selalu memberi tanda pada batang pohon sagu itu dan menutupinya dengan daun-daun kering.

Namun tanpa Wai ketahui setelah dia pulang, seekor ular raksasa berwarna hitam yang di sebut Bini selalu dating untuk melakukan hal yang sama terhadap pohon sagu itu. Bini melakukannya karena ternyata di dalam pohon sagu itu terdapat satu roh yang mendiaminya yang bernama Beorpit. Pohon sagu yang terdapat arwah Beorpit itu telah dirawat oleh Bini semenjak pohon sagu itu masih kecil. Bini telah merawatnya seperti anak sendiri.

Waktu berlalu, Wai dan Tarot menemui masa sulit mencari makan, mereka kehabisan makanan. Wai yang tidak mengetahui roh di dalam pohon sagu tanpa pikir panjang langsung memotong pohon sagu itu, lalu diolah dan diambil sarinya sebagai tepung sagu untuk makanan dia dan purtinya. Ketika menebang pohon sagu Wai tidak mengetahui bahwa roh di dalamnya berteriak memanggil Bini. “Bee..aa..Bini..aa..Bee..aa..Biniaaa…!” roh itu berteriak smpai akhirnya tumbang. Bini yang tinggal tidak jauh dari situ mendengar teriakan Beorpit. Namun dia hanya melihat dari jauh sambil membaca mantra agar Wai tertidur. Benar saja setelah Wai selesai menebang pohon sagu, dia mengupas kulit batang pohon dan menokoknya hingga selesai. Setelah itu dia tertidur pulas karena kelelahan. Melihat itu Bini yang tinggal di atas pohon beringin turun dan langsung memakan Wai, lalu pergi dari tempat itu.

Selang beberapa waktu, Wai yang berada di dalam perut Bini terbangun. Dia sangat terkejut menyadari dirinya berada di dalam perut, Wai sangat ketakutan. Wai hanya dapat memanggil-manggil anaknya Tarot. Tarot yang berada di sekitar situ samara-samar mendengar suara yang memanggilnya. Tarot berjalan mencari asal suara dan menyadari bahwa itu adalah suara ayahnya. Lalu Tarot menyahut dan memanggil ayahnya, Wai pun menjawab sahutan Tarot “De, dor arera!” (mari, saya ada di sini.). “Ici pecak anakat.” (ini sangat mengerikan.). tarot pun semakin mendekati sumber suara, alangkah terkejutnya ketika dia menemukan Bini yang berada di hadapannya, Tarot sangat ketakutan. Tapi Tarot mendengar lagi suara ayahnya memanggilnya, “Cabutlah penyaring sagu dan datang mendekat, jangan takut. Bini tidak akan mengganggumu. Pergilah mencari bantuan, apabila ada orang yang dapat membantumu dan mereka lebih dari satu maka salah satu diantaranya akan menjadi suamimu.”

Tarot pun pergi setelah mendengar pesan ayahnya. Dia mencari bantuan sambil berteriak-berteriak sepanjang jalan berharap akan ada yang menyahut teriakannya. Tak berapa lama terdengar suara orang yang menyahut, orang itu lebih dari satu, mereka dipercaya adalah nenek moyang orang Asmat. Jamasap, Waise, Atsjakap, Amerepakat, Ndendewakap, Ewerakap, dan Jaunakap. Merekalah yang menolong Tarot. Mereka membunuh Bini bersama-sama, Waise menikam kepala Bini dengan tombak (kamen), Jamasap menikam ekornya dengan tombak dari pohon palma raja (omocam). Tubuh Bini dipotong-potong dan dibagikan ke setiap orang yang ada. Mereka membakar dan memakannya.

Setelah mereka memakan daging Bini datanglah air bah yang menyapu mereka dari tempat itu. Yang akhirnya membuat mereka terpencar-pencar ke seluruh wilayah Asmat.

Begitulah cerita ini terjadi. Bagaimana sungai Siretsj terjadi? Itu terjadi ketika Bini berjalan setelah menelan Wai. Jejak liukan tubuhnya yang menjadi sungai Siretsj.

Bentuk : Prosa

Bahasa : Bahsa Indonesia

Tema : Asal mula terjadinya Sungai Siretsj

Alur : Alur maju

Tokoh : Wai, Tarot, Bini, arwah Beorpit, Waise, Atsjakap, Amerepakat, Ndendewakap,

Ewerekap, Jaunakap

Amanat : Kita harus menjaga lingkungan agar lingkungan kita semakin bersih dan terjaga dari kerusakan

Iklan

Read Full Post »