Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pantun XC’

Pantun XC DWIWARNA

Zainul

Potong bambu di pinggir danau

Bawalah pulang sambil dipikul

Nona cantik dari pulau Riau

Itu dia punya Zainul

Potong bambu di bawah gunung itu

Bawalah pulang sambil dipikul

Saya pendekar si mata Satu

Namanya saya adalah Zainul

Aditya P. A.

Hidup ini bagaikan mimpi

Aku ingin hidup lebih lama lagi

Apabila kau beranjak pergi

Aku akan tetap menanti

Yara

Apa guna kapuk di ladang

Kalau tidak berisi padi

Apa guna rambut panjang

Kalau tidak pernah mandi

Naviri Ray

Janganlah menulis di atas kaca

Menulislah di atas meja

Janganlah menangis karena cinta

Menangislah karena dosa

Faidzin

Pergi sekolah lewat samping selokan

Jangan lupa pakai dasi

Kalau ingin dihargai orang lain

Maka jangan mencela Renaldi

Bintang A. L.

Di Makassar ada Fauzan

Di Cengkareng ada Tebu

Meskipun mereka berjauhan

Mereka tetap bersatu

Teuku Ibnu

Hati merindu pikiran melayang

Burung merpati terbang tinggi

Terkenang si dia terbayang-bayang

Itulah tanda sudah jatuh hati

Faisal

Beli baju di kota Padang

Jangan lupa makan nangka

Jika kamu ingin disayang

Berbaik hatillah kepada dia

Aulia

Pergi liburan lalu berenang

Berenangnya bersama susi

Di kala duka dan senang

Hanya sahabat ada di sisi

Cindi

Saat hujan rintik-rintik

Banyak orang sakit koma

Saat Cindi sedang mengetik

Ada Adi selalu bersama

Anindita

Ada papa ada mama

Punya anak bernama siti

Dua sejoli selalu bersama

Duka lara pun terobati

Rinaldi

Jauh memandang di tengah pasar kota

Bertemu dengan berbagai benda

Abang pergi mencari harta

Buat meminang akan Dita

Syaima T.

Jalan-jalan ke taman bunga

Jangan beli melati

Jika hati sedang berbunga

Janganlah bersombong hati

Aulia Vinia

Hari selasa bermain gong

Bermain ditemani kupu-kupu

Jika menyukai seseorang

Maka jangan malu-malu

Sri Indah Astuti

Suara merdu menggugah hati

Hati gelisah memikirkan dia

Aduh-aduh jangan disakiti

Bila disakiti pasti akan menderita

Iklan

Read Full Post »