Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Juan mayang’

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

oleh Juan Mayang dan Frida R.M

Hiduplah seorang pemuda bernama Lahilote. Kegemarannya berburu di hutan dan moleleyangi (mengembara). Suatu hari, saat sedang berburu di hutan, dia melihat putri-putri kahyangan yang sedang mandi di kolam yang ada di hutan tempat Lahilote berburu, dia berniat memperistri salah satu dari putri-putri kahyangan tersebut. Maka, dengan kesaktiannya, Lahilote mengubah wujudnya menjadi seekor ayam jantan dan mencuri salah satu selendang milik putri-putri kahyangan itu.

Bilode Hulawa, putri kahyangan yang dicuri selendangnya itu sangat sedih. Lalu datanglah Lahilote untuk menghiburnya. Selang waktu beberapa bulan kemudian sejak kejadian itu, mereka berdua menikah. Sang putri kahyangan mempunyai sebuah kesaktian, yaitu memasak sebutir beras menjadi seperiuk nasi. Tetapi, karena ketahuan oleh Lahilote, kesaktiannya pun hilang.

Suatu hari sang Putri merasa sangat rindu dengan kahyangan tempat tinggalnya. Esoknya ketika ia hendak mengambil padi yang ada di lumbung, dia melihat selendangnya yang dulu hilang dalam keadaan sobek. Dia lalu menjahit selendangnya yang sobek itu lalu terbang menuju kahyangan, dengan terlebih dahulu menyuruh Lahilote pergi menangkap ikan agar kepergiannya tidak diketahui oleh Lahilote.

Ketika sedang mencari ikan untuk isterinya, ia kecapekan dan tertidur. Putri Bilode Hulawa menyiramkan cairan wangi dari atas kahyangan. Cairan itu terjatuh, dan mengenai dadanya sehingga membuatnya terbangun. Lahilote mengenali bau cairan itu adalah wangi isterinya. Tahulah ia bahwa isterinya telah kembali ke kahyangan. Lahilote panik, dan mulai mencari pertolongan. Dengan bantuan Hutia Mala (Rotan yang sangat panjang menjulang ke pintu langit) Lahilote sampai ke kahyangan dan bertemu isterinya, dia sangat bahagia.

Bertahun-tahun kemudian, Putri Bilode melihat uban di kepala suaminya, Lahilote. Karena takut akan peraturan kahyangan yang akan memancung setiap manusia kahyangan yang mengalami proses penuaan, maka keluarlah Lahilote dari kahyangan. Tetapi, ketika keluar dari khayangan, Lahilote terjatuh dalam posisi berdiri tegak ke bumi. Kaki kirinya jatuh di pantai Pohe, Gorontalo, sedangkan kaki kanannya jatuh di Boalemo, Gorontalo. Batu bekas kaki Lahilote di kedua tempat itu, masih dapat dijumpai sampai sekarang, dan telah manjadi objek wisata di Gorontalo.

Bentuk : Prosa (legenda)

Bahasa : Bahasa Indonesia

Tema : Lahilote, seorang pemuda yang mempersunting bidadari.

Alur : Maju

Tokoh : Lahilote, Putri Bilode

Sifat Masyarakat : Primitif, karena hidup dengan hasil buruan.

Amanat : Berjuanglah demi cinta, dan jangan khianati cinta itu.

Iklan

Read Full Post »