Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘DWIWARNA’

Oleh A. M. Raihan

Pada hari Kamis, saya berkesempatan untuk mewawancarai ibu Euis Tresna, Wakil Kepala Sekolah bid. Kurikulum SMA Dwiwarna mengenai “Kunjungan Siswa Morioka Jepang ke SMA Dwiwarna Boarding School pada tanggal 24-27 Maret 2009”. Menurut beliau kunjungan ini sangat baik bagi anak-anak. Hal ini diakuinya terlihat dari antusiasme anak-anak dalam menyambut kegiatan kunjungan ini. Yang pasti, beliau sebagai pembimbing, mengaku sangat puas dengan penampilan, dan sambutan anak-anak SMA Dwiwarna. “Anak-anak kita mampu tampil sangat prima meskipun hanya melakukan latihan dalam waktu yang singkat”, kata Euis Tresna. Menurut beliau, kedatangan siswa Morioka ini, dapat melatih siswa SMA Dwiwarna untuk semakin memperlancar bahasa Inggris mereka.

Menurut Ibu Euis Tresna, meskipun anak-anak SMA Dwiwarna dapat menyambut tamu tersebut dengan baik, tetapi bukan berarti acara penyambutan ini tanpa kekurangan, “Kegiatan ini cukup menggangu jam pelajaran anak-anak dan aktifitas anak-anak, persiapan yang sedikit telat membuat acara ini masih perlu dibenahi lagi ke depannya”, begitu kata wakil kepala sekolah bid. Kurikulum SMA Dwiwarna ini. Menurut beliau, siswa Jepang yang datang ke SMA Dwiwarna terlihat senang dengan penyambutan siswa SMA Dwiwarna. Ini terlihat dengan antusiasme mereka untuk mengikuti seluruh susunan acara yang telah dipersiapkan.

“Kedatangan siswa Jepang ke sekolah kita dapat semakin meningkatkan motivasi anak-anak untuk lebih banyak tahu tentang negara Jepang, karena Jepang adalah sebuah negara yang sangat membiasakan para penduduknya untuk lebih disiplin, rapih, dan saling menghormati satu sama lain”, kata Ibu Euis Tresna. Kedatangan siswa Jepang ke SMA Dwiwarna menurutnya, dapat dijadikan sebagai salah satu wadah bagi para siswa dan guru-guru untuk menunjukkan keindonesiaan mereka terhadap tamunya tersebut. Hal ini ditunjukkan pada saat acara makan malam bersama, para siswa dan guru-guru memakai batik yang merupakan ciri khas tekstil Indonesia. “Mereka terlihat sangat antusias untuk menunjukkan keindonesiaan mereka, banyak anak-anak dari kita, rela membeli batik baru hanya untuk menyambut saudara mereka dari Jepang itu. Sekaligus menunjukkan keindonesiaan mereka”, begitu kata Inu Euis Tresna. Setelah itu, sebagai penutup acara perpisahan pun diselenggarakan di aula pada hari Jumat.

Iklan

Read Full Post »

oleh Fitrian Muhammad Oddang, Kevin Pradana dan Brama Putra Sriyatno

Ketika kita mendengar kata belajar mungkin sosok pelajarlah yang terbersit di benak kita semua. Seperti apa belajar menurut Anda? Tentunya kita semua memiliki persepsi yang berbeda entah menyenangkan atau mungkin menyebalkan.

Begitu pentingnya belajar bagi kita, di mana pun dan kapan pun. Banyak sekolah-sekolah yang menyediakan fasilitas pendidikan formal baik dari tingkat dasar hingga tingkat atas. Salah satu dari penyedia fasilitas itu adalah SMA Dwiwarna. Seperti apa nuansa belajar di sana dan sudahkah belajar dengan efektif semua akan dibahas di sini.

Berkenaan dengan hal tersebut kami berhasil mewawancarai beberapa narasumber yaitu Ibu Euis Tresna sebagai salah satu staf pendidik dan Rini Mayasari selaku siswa. Berikut adalah kutipan wawancara dengan Ibu Euis.

1.    Menurut Anda seperti apa belajar efektif itu?
Belajar yang efektif adalah belajar yang mampu mengoptimalkan pencapaian target belajar, baik akademis maupun kepribadian. Jadi, dengan waktu yang ada dan tersedia, target-target itu harus bias dicapai dengn memaksimalkan segala instrumen-instrumen pendidikan dan belajar.

2.   Apa saja yang harus dioptimalkan dan dimaksimalkan dalam belajar?
Pertama adalah persiapan guru pengajar dan siswa itu sendiri. Jadi, untuk setiap guru yang akan mengajar sebaiknya telah menyiapkan dan menguasai materi yang akan disampaikan dengan baik, sehingga apa yang disampaikan pada siswa menjadi lebih focus, terarah, dan mudah dipahami. Kemudian untuk siswa harus bisa mengoptimalkan segala alat Bantu belajar sehingga apa yang telah disampaikan oleh para pengajar dapat dengan mudah dicerna dan diingat.

3. Adakah perubahan yang Anda rasakan di semester 2 ini pada kegiatan belajar mengajar?
Sebenarnya ada perubahan yang mungkin ada kaitannya dengan kegiatan Festival Dwiwarna (FDW) 2009 ini yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Hal ini jelas mengganggu, menurut saya pribadi terutama sangat mengganggu dan merugikan waktu belajar siswa.

4.  Perubahan seperti apa yang terjadi dan bagaimana dampaknya?
Tentunya perubahan terlihat pada suasana belajar mengajar di kelas dengan segala kesibukan menjelang kegiatan FDW mendatang. Banyak sekali siswa yang tidak mengikuti jam pelajaran karena sangat sibuk dalam kegiatan kepanitiaan. Hal ini rutin terjadi menjelang pelaksanaan kegiatan FDW pada setiap tahunnya. Dampak dari siswa yang meninggalkan jam pelajaran tentunya adalah siswa itu sendiri akan tertinggal materi pembelajaran, sebagai konsekuensinya siswa yang bersangkutan harus mengejar ketertinggalannya secara mandiri maupun tambahan di luar jam pelajaran yang disediakan sekolah.

5.  Jadi menurut Anda kegiatan FDW mengganggu efektivitas belajar siswa?
Iya, benar sekali. Dengan banyaknya siswa yang keluar jam pelajaran terutama kelas 2 tentunya sangat mengganggu proses pembelajaran namun di satu sisi dengan adanya kegiatan FDW siswa bisa memperoleh pengalaman berorganisasi yang sangat bermanfaat. Sebagai pelajar, prestasi akademik memang sangat penting namun sebuah pengalaman organisasi seperti ini tidakklah kalah penting. Kemampuan organisasi dan prestasi akademik harus seimbang jadi pintar saja tidaklah cukup, harus diimbangi dengan kemampuan leadership sehingga akan lebih leluasa dalam mengimplementasikan ide-ide yang ada.

6.  Bagaimana perbandingan kurva prestasi akademik siswa pada semester 1 dan 2?
Secara umum mgrafik prestasi akademik siswa di semester 2 untuk kelas 1 dan 2 memang agak menurun bila dibandingkan dengan semester sebelumnya walaupun ada juga beberapa siswa yang menunjukkan grafik yang tetap stabil. Intinya walau banyak aktivitas prestasi belajar siswa haruslah tetap dijaga.

7.  Apa saran Anda agar belajar tetap efektif walau penuh aktivitas?
Sebagai seorang siswa tentunya skala prioritas sangatlah penting, setiap siswa harus memiliki skala prioritas yang baik untu belajar. Selain itu pengaturan konsentrasi juga sangat penting apa lagi bagi para siswa yang telah menginjak remaja. Karena perasaan suka terhadap lawan jenis biasanya bisa mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Intinya jadikanlah belajar pada skala prioritas yang paling atas.

Demikianlah hasil wawancara dengan Ibu Euis Tresna, cukup banyak informasi yang bisa kita ambil dari wawancara tersebut mengenai belajar mengajar di SMA Dwiwarna. Berikut adalah hasil wawancara kepada salah satu siswa yaitu Rini Mayasari siwa kelas 2.

1.  Apakah menurut Anda proses belajar mengajar di semester 2 ini sudah efektif?
Menurut saya pembagian jadwalnya masih belum efektif terutama waktu hari Jum’at. Hari Jum’at itu jam olahraga paginya sangat membuang waktu, kenapa tidak dimanfaatkan saja untuk belajar. Tentunya hal itu akan lebih baik bila dibandingkan berolahraga berlama-lama namun pada akhirnya banyak siswa yang tidak hadir pada jam olahragaitu. Sebaiknya jam olahraga pagi ditiadakan saja atau dikurangi waktunya.

2. Menurut Anda apakah dengan adanya kegiatan FDW di semester 2 ini mengganggu kegiatan belajar?
Menurut saya pribadi tidak terlalu mengganggu untuk saya karena saya sendiri jarang untuk keluar kelas dan meninggalkan jam pelajaran. Mungkin karena jabatan kepanitiaan saya tidak terlalu sibuk bekerja sehingga tak terlalu mengganggu untuk saya. Tetapi saya merasa belajar jadi kurang efektif karena walau hanya sebentar meninggalkan jam belajar, sangat berpengaruh sekali. Selain itu akibat banyak siswa lain yang keluar jam pelajaran gurupun jadi agak tak bersemangat dalam belajar sehingga belajar jadi kurang efektif.

3.  Apa saran Anda agar belajar menjadi lebih efektif?
Saran saya agar belajar menjadi efektif adalah dengan penambahan jam di luar jam belajar setelah kegiatan FDW usai sehingga materi pembelajaran yang tertinggal dapat segera dikejar dan dikuasai siswa. Selain itu pengelompokan siswa secara homogen itu sangat penting untuk menambah keefektifan dalam belajar mengajar dengan demikian materi yang diajarkan akan efektif diserap siswa karena siswa twlah dikelompokkan sesuai dengan kemampuan dan potensinya masing-masing.

Sungguh luar biasa apa yang diuraikan dan dijelaskan oleh para narasumber kita. Banyak manfaat dan informasi yang bisa kita ambil darinya, terutama bagi kami sebagai tim pewawancara. Masih banyak kekurangan di sana sini dalam teknik wawancara dan penyusunan laporan, kami harus lebih banyak belajar lagi dan dimohon saran dari Anda sekalian yang telah membaca hasil laporan kami ini. Terimakasih kami ucapkan kepada guru pembimbing dan narasumber yang telah banyak membantu demi kerampungan laporan ini.

Beberapa gambar dari dokumenter kami ketika kami melakukan wawancara :

wawancara dengan bu ET (Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum)

wawancara dengan bu ET (Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum)

bu ET sedang diwawancarai

wawancara dengan Rini Mayasari (siswa kelas XI SMA Dwiwarna)

wawancara dengan Rini Mayasari (siswa kelas XI SMA Dwiwarna)

Rini Mayasari sedang dwiwawancarai

Rini Mayasari sedang dwiwawancarai

Read Full Post »

oleh Arista Dhaivina dan Yudith Yolanda Matindas

Setiap sekolah biasanya memiliki sebuah kantin, mungkin kantin Dwiwarna sedikit berbeda dari kantin sekolah-sekolah lain, karena Dwiwarna adalah sekolah berasrama dan kantin harus melayani siswa seharian penuh mulai dari pagi, siang, sampai malam.

Kantin Dwiwarna didirikan pada tahun 2000 dan diambil alih oleh yayasan sekolah pada tahun 2001, sebagai tempat untuk menyiapkan makanan bagi siswa-siswi dan seluruh civitas Dwiwarna. Para siswa-siswi biasanya makan di kantin 3 kali dalam satu hari, yaitu pada pagi hari pukul 05.30-06.30, siang 13.15-1450, dan malam pukul 08.00-08.30, sedangkan beberapa civitas Dwiwarna, hanya makan pada siang hari. Siswa putra biasa makan di kantin besar, sedangkan siswi putri makan malam di pendopo. Pengaturan menu biasa diatur oleh Ibu Sitti dan dibantu dengan cook dan ascook.

Seorang Psikolog SMA Dwiwarna, berpendapat “kantin Dwiwarna adalah tempat yang melayani civitas Dwiwarna untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam.” Menurut beliau kantin Dwiwarna didirikan adalah sebagai fasilitas yang melengkapi pelayanan terhadap pendidikan di sekolah. Beliau berpendapat tentang kantin SMA Dwiwarna, menurutnya “kantin Dwiwarna sudah baik tetapi masih kurang exellent, minuman yang disajikan kalau bisa jangan air teh karena akan menghambat penyerapan zat besi, selain itu penggantian kursi dengan bahan kain justru jadi banyak bulu kucing yang menempel”. Bu Tynsusi memberikan saran untuk kantin Dwiwarna “Sebaiknya bahan kursi dapat diganti, dan teh tidak baik disajikan dengan makanan berat”. Beberapa siswa-siswi SMA Dwiwarna juga berpendapat yang sama.

Read Full Post »

oleh  Qomariah

Siapa sih siswa SMA Dwiwarna yang tidak kenal dengan pak Eko atau yang lebih  akrab disapa pak Eko BK? Pria kelahiran Surabaya, 16 Mei ini adalah salah satu guru BK di SMA Dwiwarna. Sebenarnya ketika kuliah dia salah mengambil jurusan. Pada awalnya dia ingin menjadi seorang arsitek pertamanan. Namun, akhirnya dia masuk di Universitas Negeri Jakarta dengan jurusan Bimbingan dan Konseling. Ia pun berusaha untuk suka dengan jurusan yang telah diambilnya tersebut. Keluarga adalah pendukung utama baginya dalam mencapai kesuksesan ini.

Motto hidupnya adalah  jika aku bisa maka aku akan meraihnya. Motto itu selalu dipegangnya hingga sekarang dia berada di SMA Dwiwarna ini. Dia selalu memberi semangat kepada siswa-siswanya dengan motto yang dipegangnya itu.

Pria yang punya hobi olahraga dan bermain sepeda ini telah berhasil membuat alumni dan siswa-siswi Dwiwarna dalam mencapai cita-citanya dengan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri favorit yang mereka inginkan. Dia sangat gigih dalam membantu menyukseskan siswa-siswi Dwiwarna. Sebagaimana kita tahu bahwa banyak alumni SMA Dwiwarna yang telah berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri favorit.

Tahun ini saja Renjani Ekalaya dan Rifa’atul Mahmudah berhasil menembus PMDK UI jurusan Akutansi dan Psikologi. Betapa bangganya beliau dengan hasil ini selain sebagai tugas dan tanggung  jawabnya sebagai seorang BK

Read Full Post »

Aulia Riyani
Di kelas 10 C ada Lia
Ada juga teman dan siswa
Mereka rajin belajar dan bekerja
Tidak lupa juga pada agama

Riskiyanti

Hari-hari pasti bertemu dia
Hati ini terasa bahagia
Sehari saja tidak berjumpa
Hati ini terasa hampa

Teuku Ibnu

Ada sepatu di pasar Parung
Banyak terdapat tukang burung
Banyak tukang burung memakai sarung
Kasihan mereka yang berwajah murung

Cindi
Si Cantik dan si Buruk rupa
Mereka pergi bersama
Ke kastil lalu berdansa
Mereka hidup bahagia

Naviri Ray
Sumber air sudah dekat
Tapi jangan semua disikat
Siswa kini sudah tidak terlambat
Karena air tak lagi menghambat

Faidzhin
Tangerang diserang banjir banding
Banyak orang yang hilang
Banyak orang yang tegang
Mohon bantuan segera datang

Rinaldi

Ada udang di balik batu
Tidak ada yang menyatu
Apabila ada waktu
Kita kembali bertemu

Sri Indah Astuti
Naik onta di padang pasir
Ketemu dia lagi duduk nyengir
Mata melirik hati bergetir
Rasa haus ingin mencari air

Anindita
Anak-anak pergi ke Jepang
Pergi dengan rambut dikepang
Bawa bekal buat makan siang
Makan bersama dengan lauk udang

Aulia Vinia

Anak-anak desa main di sawah
Menunggu si Bapak mencari nafkah
Mencari nafkah tiada lelah
Agar menuju keluarga sakinah

Yara

Beberapa lama di kerajaan
Senantiasa bersuka-sukaan
Datanglah masa beroleh kedukaan
Baginda tinggalkan tahta kerajaan

Di Indonesia banyak hutan
Tapi habis karena kebakaran
Oleh orang-orang yang sialan
Mulai dari sekarang kita lestarikan

Zainul
Selamat tinggal anak dan istri
Ayah pergi takkan kembali
Batu nisan telah dinamai
Tandanya ayah telah pergi

Aditya
Kejamnya dirimu bagaikan perompak
Terombang-ambing karena ombak
Bagaikan seorang anak-anak
Yang gagal bermain congklak

Read Full Post »

1        Korupsi

oleh: Lazuardy K.S. (X-D)

puisi berjudul korupsi karya Lazuardi anak X-D Dwiwarna

puisi berjudul korupsi karya Lazuardi anak X-D Dwiwarna

2     Bangkitkan Indonesia Jaya

oleh:  Aldora Oktaviana (X-D)

Tangisan rakyat miskin

Tidak mereka hiraukan

Teriakan rakyat yang sengsara

Tidak mereka indahkan

Mereka hanya tersenyum

Di deretan kursi pejabat

Mereka hanya tertawa

Yang ada di dalam benak mereka

Hanyalah harta, uang, kekuasaan

Mereka tidak pernah melihat ke bawah

Egolah yang berkuasa di benak mereka

Lihatlah sekeliling kalian

Begitu banyak orang yang tertindas, terzalimi, dan tersiksa

Akibat ulah kalian semua

Dimana perasaan kalian

Di saat mereka menyerukan nama kalian

Meminta keadilan

Yang selama ini belum mereka dapatkan

Harapan kami sekarang hanyalah para remaja

Junjunglah ilmu setinggi mungkin

Bangkitkan Indonesia Jaya

Yang  bebas dari korupsi

3 Kotak Kebohongan

oleh: Dewina Dyani Rosari (X-D)

Gelap…

Semuanya tampak sama dihadapan mereka

Ia tak peduli nasib mereka

Duduk di kursi besar

Memakai jas dan dasi

Menghitung tumpukan kertas merah dihadapannya

Disaat ombak menyapu tanahku tercinta

Ia dengan  sigapnya menutup mata

Turun dari kursi…

Memberikan bala bantuan yang masuk ke dalam kantongnya

Menutup mata seakan tidak melihat apa pun

Hancur…

Kami menangis…memerlukan bantuanmu

Semua itu sia-sia

Karena kau tertawa melihat penderitaan kami

Namun…

Hari demi hari kotak itu terbuka

Membuka kebohongan

Kursi itu kosong

Berputar sendirinya

Tak ada lagi tawa dibalik penderitaan

4    Kursi Merah

oleh: Nisrina Farzadillah (X-D)

Kursi merah

Berderit tajam penuh makna

Berputar seenaknya, tak peduli!

Bergerak, seolah menguasai dunia

Rakyat jelata menangis darah

Mengais, menadahkan tangan

Namun tak dipedulikan!

Sang kursi merah,

Sibuk menghitung kertas hijau

Berserakan!

Tapi tak sedikitpun

Dicicipi oleh rakyat jelata

Peluh bercucuran, hasil usaha rakyat

Menghancurkan sang kursi

Namun itu terlambat, sudah terlanjur bebal!

Kursi mereah itu telah marebak

Menodai Indonesia yang putih ini

Tali melilit

Menjerat kehidupan yang layak

Untuk para jelata

Harapan, doa, usaha

Berpaut tuk menghilangkan kursi merah

Untuk membangun Indonesia

Membuat Indonesia kembali putih

4      Frida Ristiyani Manopo (X-D)

Kelicikan Sang Koruptor

Tuan-tuan dengan sejuta kelicikan

Memasang topeng kebijaksanaan palsu

Memasang bak ceres sang Dewi Kesejahateraan

Tapi, sang tuan menebar bibit kemelaratan

Tangan-tangan serakah berkuasa

Memegang kendali atas rakyat

Tanpa rasa belas kasih

Tangis kelaparan rakyat dianggap air surga

Benar-benar telah mati nurani

Kekuasaan menjadi kiblat mereka

Harta dan jabatan tujuan utama

Mata dan hati telah dibutakan nominal

Bagaimana nasib bangsa ini?

Keserakahan layaknya suatu kewajaran

Para tikus negara memuja patung kemewahan

Sementara itu berlenggak-lenggok tanpa rasa malu

5      Harya Bagas Wara (X-D)

Perusak Masa

Titik hitam di sinar terang

Sekilas tidak terlihat

Karena cahaya redup senyap

Bayangan kehampaan

Kerugian dunia mungil

Ditanamkan satu kepercayaan

Dengan seribu rencana

Bersembunyi di keramaian

Noda setetes tinta biru

Di jutaan kapas putih

Yang berusaha mengambil peran

Merebut keyakinan

Merenggut hak-hak kecil

Menjadikannya “ perusak masa”

Hanya demi kekuasaan

Biarkanlah seperti ini?

Digerogotinya sedikit demi sedikit

Sampai akhirnya

Semua binasa…

6      Fahmi R.A. (X-D)

Ibu Pertiwi

Dahulu negeriku

Makmur dan sejahtera

Dahulu ibu pertiwi

Tampak ceria dan mempesona

Tapi sekarang

Semuanya telah berubah

Semuanya telah menjadi abu

Ibu pertiwipun menangis

Berlelehkan air mata kesedihan

Mengapa? Mengapa?

Mengapa bumi pertiwi ini menangis?

Mengapa?

Jawablah saudaraku!

Akibat ulah para koruptor

Bersenang-senang diatas kemelaratan rakyat

Tanpa memikirkan nasib bangsa ini

Bayangkan!

Bayangkan!

Bayangkanlah hey para koruptor

Berapa banyak nyawa manusia yang terancam

Bumi pertiwi inipun tidak ingin melihatmu

Pergilah!

Pergilah dan jangan kembali!

7      Arsyad (X-D)

Pemerintah

Melihat sampah dimana-mana

Melihat pengemis dimana-mana

Melihat anak kecil di jalanan

Berasa di negeri ini tiada yang ngurus

Dimana mereka!?

Dimana tugas mereka!?

Dimana hak masyarakat!?

Apakah ada di anda?

8      M. Zaky Rifnaldi (X-D)

Mengapa Harus Korupsi

Karena pemimpin yang tak bermoral itu

Rakyat yang tak tahu apa-apa

Menderita dan menangis

Tak tahu apa yang harus kulakukan

Tetapi aku tak kuasa melihat rakyat itu

Yang diluar memakan sampah tikus berdasi itu

Aku mohon padaMu Ya Allah

Hentikan semua ini

Sadarkanlah mereka

Dari kejahatan ini

Akankah Engkau membiarkan

UmatMu ini menangis sedu

Meminta pengganjal perut?

Aku mohon Ya Allah

Hentikan kehinaan ini

Dari duniaMu

9      Juan U. Mayang (X-D)

Tikus Jalanan

Tikus jalanan

Kenapa engkau berdasi

Kenapa engkau bertahta

Kenapa engkau duduk di kursi kekuasaan

Kenapa engkau hidup di istana kemegahan

Tikus jalanan

Kau yang sampah

Kau yang lebih rendah dari kotoran binatang

Mengapa memimpin kami

Mengapa menguasai kami

Tikus jalanan

Dibawah kekuasaanmu

Dengan egomu

Kau rampas hak kami

Kau jual emas perah kami

Kau hancurkan harga diri bangsa kami

Demi perutmu yang besar penuh ulat

Tikus jalanan

Di tanganmu

Di tanganmu yang bernanah, hitam

Pekat karena dosa

Kau sia-siakan harapan kami

Kau remukkan kesejahteraan kami

Tikus jalanan

Mengapa engkau hidup di tanah air ini

10  Pandu Satya P. (X-D)

Pengacau

Di Negara yang subur ini

Pohon-pohon yang terbentang luas di hutan belantara

Semua orang sedang keadaan senang

Tetapi!

Akibat ulah satu-dua-tiga orang

Mereka semua sedih kesusahan!

Hutan-hutan dikorbankan, demi kemakmuran mereka sendiri!

Persatuan dan kesatuan pecah dan rontok, akibat mereka

Ya Allah, mengapa Engkau hidupkan mereka!

Mereka yang egois!

Mereka yang serakah!

Dan mereka yang hanya serakah dan omomng kosong!

Kenapa mereka tidak mau berpikir ya Allah

Ya Allah tolong…

Tolong bukakan mata hati mereka…

Tolong sadarkan mereka…

Dan tolong jadikan negara ini stabil dan sejahtera dan juga makmur…

Untuk sekarang dan esok

11   Safira Nadia (X-D)

Kopruptor

Mereka berdasi

Mereka merasa terhormat

Mereka wakil rakyat

Tetapi, pernyataan itu tak sesuai dengan apa yang mereka lakukan

Mereka senang, diatas penderitaan rakyat

Mereka tertawa, diatas tangisan rakyat

Mereka berfoya-foya, diatas kemiskinan rakyat

Sadarkah mereka??

Mereka pantas disebut tikus berdasi

Tikus berdasi yang mengambil hak rakyat

Yang berfoya-foya dengan uang rakyatnya

Tahukah mereka akan dosa?

Menganggap harta adalah Tuhan

Menganggap uang adalah segalanya

Mereka pintar,

Tetapi kepintaran mereka tidak dipergunakan dengan benar

12  Lulu Fitriani (X-D)

Tikus Berdasi

Kau bagaikan penyelamat bangsa

Berlaku manis, bermulut manis

Seakan kau peduli akan bangsa ini

Seakan kau tak mau bangsa ini hancur

Tapi.,

Dibalik semua itu

Kau adalah pengkhianat bangsa

Kau yang menghancurkan bangsa ini

Kau mengambil hak-hak rakyat

Untuk kepentinganmu sendiri

Tanpa memikirkan akibatnya

Tanpa memikirkan rakyat jelata

Mengapa kau melakyukan semua itu

Dimana hati nuranimu

Wahai tikus berdasi?

13  Deviandhiny N. (X-D)

Korupsi

Apa yang mereka lakukan?

Apa mereka senang melakukan itu?

Apakah mereka bangga?

Mereka orang terhormat

Mereka oramg-orang berdasi

Mereka duduk di kursi bergengsi

Tapi mereka mengambil hak orang lain?

Mereka orang pintar yang tidak punya perasaan

Mereka merasa tidak berdosa

Rakyat jelata bersusah payah mengais rezeki

Peluh bercucuran demi sesuap nasi

Tetapi orang berdasi itu hanya duduk santai

Di kusi tanpa merasakan penderitaan itu

14  Pandu (XI IPA 2)

Where is Our Money

Miskin…

Derita…

Susah…

Apakah kau  “semua” melihatnya?

Apakah kau tahu penyebabnya?

15  Indra Jaya K. (XI IPA 2)

KorupSidangkan Saja

Andaikan uang itu tak ada

Apakah korupsi itu akan tiada…

Mengapa korupsi akan ada di setiap para pejabat

Apakah para pejabat itu tak punya hati

Uang rakyat di ambil dan rakyat menangis

Rakyat menangis koruptor duduk tenang

Menikmati uang rakyat…

Kapan Negara ini terbebas dari koruptor…

Negara ini seakan menangis akan adanya koruptor

Sidangkan saja koruptor

16  Tommy Andjar C.K. (XI IPA 2)

Penyesalan

Akulah sang koruptor…

Mentari pagi ku sambut dengan senyuman…

Senyuman yang penuh dengan uang…

Hari ini, hari yang gelap…

Semua tikus kantor tertangkap termasuk aku…

Kini ku habiskan hidupku di tirai besi berkarat

Baru ku sadari sekarang

Hindarilah korupsi

17  Harris Silmi (XI IPA 2)

Untitled

Kau ambil uang rakyat

Orang-orang sengsara karena kau

Runtuh negara akibat kelakuanmu

Untuk memuaskan hasrat serakahmu

Pendapatan yang kau dapat adalah uang haram

Sudahilah perbuatanmu

Ingat akibat di esok hari

18  M. Sukran (XI IPA 2)

Untitled Lagi

Anak muda, anak bangsa penerus masa depan

Belajarlah bersikap jujur dari sekarang

Agar kelak dewasa nanti mapu memimpin ke depan

Menjadikan Indonesia, negara yang kuat seperti karang

Mari kita cegah korupsi yang sekarang merajalela

Dengan bersikap jujur kepada semua orang

Janganlah menjadi penerus yang mudah di jatuhkan

Bangunlah menuju bangsa yang kuat

19  Ivan Arya (XI IPA 2)

Titik

Titik titik titik

Hujan rintik rintik

Seperti titik yang merintik

Hujan dingin membuat bergidik

Tanpa busana tubuh menggigil

Ditemani rintikan titik titik hujan

Gerimispun tidak terhindari

Titik titik titik

Memang hati tanpa korupsi serasa dingin

Itu ungkapan para koruptor

Seras dingin tertkena rintikan

Titik titik titik rintikan titik titik hujan

  1. Indah D. (XI IPA 2)

Untuk Mereka

Mereka tertawa di atas tumpahan tangis

Mereka meraup banyak ditengah pungutan yang lain

Yang di atas yang menindas

Yang kuasa yang menghancurkan

Dan mereka biarkan saja

Yang tak mampu berbuat mengais-ngais yang tak ada

Mereka makan yang bukan untuk mereka

mereka rampas yang bukan hak milik mereka

Yang lain yang tak ikut diam saja

Atau…

Mereka juga menikmati bagian mereka

Lalu, dimana keadilan itu?

Apa hanya untuk yang punya kuasa saja?

Atau memang sudah tidak ada?

  1. Putri Kartika  (XI IPA 2)

Malang

Malang sekali nasib rakyat

Dana subsidi dari pemerintah

Tidak pernah sampai

Kemanakah perginya uang yang diberi pemerintah?

Pemerintah berjanji untuk mensejahterakan rakyat

Tetapi tidak juga ditepati

Pejabat semakin kaya, rakyat semakin miskin

Mari kita berantas korupsi yang sudah menjamur

Untuk kesejahteraan bersama

Mari kita tanamkan akhlak yang mulia pada

Anak-anak bangsa agar tidak korupsi

Mari kita tangkap koruptor yang menyengsarakan rakyat

  1. Almira  (XI IPA 2)

Singkirkan Koruptor

Banyak rakyat Indonesia yang melarat

Banyak rakyat Indonesia yang sengsara

Banyak rakyat Indonesia yang menderita

Semua itu disebabkan karena

Banyak pejabat Indonesia yang korupsi

Hanya memikirkan diri sendiri

Singkirkanlah…

Jauhkanlah…

Musnahkanlah koruptor di Indonesia

Jadikanlah bangsa kita

Indonesia merdeka!!!

  1. Syifa F. (XI IPA 2)

Tentang Seseorang

Memakai jas, menutupi kebusukan di hatinya

Memakai senyuman, menutupi kelicikan di mulutnya

Memakai kata-kata, menutupi kecurangan di otaknya

Ini adalah ciri-ciri tikus yang membawa pergi uang rakyat

Kemana kita harus mengejar mereka,

Mereka yang membawa pergi uang rakyat,

Uang kita semua!

  1. Cahyaningsih D.P. (XI IPA 2)

Bukan Orang yang Bermoral

Tikus-tikus nakal yang tak pernah sadar

Sadar raga tapi tak sadar hati

Pintar, tapi tak berhati

Otak dan hati tak menyatu

Uang rakyat Diambil begitu saja

Anak Indonesia banyak yang kelaparan

Tanpa belas kasihan dan rasa

Mereka tega melakukan itu semua

Bertaubatlah kalian para koruptor

Nasib bisa berbalik arah

Tuhan akan membalasnya

Ingatlah itu, Para Korupsi

  1. Rama A. Mutaqi  (XI IPA 2)

Tikus – Tikus Kantor

Cerita usang tikus-tikus kantor

Yang sedikit demi sedikit menggerogoti negeri

Yang membohongi kami lalu sembunyi

Banyak cara telah dilakukan untuk menangkapnya

Tapi otak tikus bukanlah otak udang

Mari bersama usir tikus demi sang Dwiwarna

  1. Audi M. Raffie  (XI IPA 2)

Menangkap Tikus

Hilang sudah!!!

Suah hilang!!!

Hilang sudah duitku!!!

Duitku hilang sudah!!!

Dimakan tikus-tikus itu

Tikus-tikus BEJAT!!!

Tikus-tikus yang biadab!!!

Lain kata lain perbuatan

Itu yang dilakukan tikus-tikus itu!!!

Eitss!!!Jangan salah

Bukan tikus sembarang tikus

Ini merupakan siluman tikus

Tikus yang bisa berubah

Menjadi manusia…

Mari kita tangkap tikus-tikus

Biar semua tikus pada mampus

Kita beri hukuman khusus

Biar tidak rakus

Kalau perlu dimasukin kakus

Biar sampai diinfus

Ayo maju Indonesiaku

  1. Razin  (XI IPA 2)

TIKUS KAMPRET

Pemimpin Korupsi

Begitu banyak tikus-tikus

Berkeliaran di sana sini

Mulai dari tikus got

Hingga tikus berdasi

Namun, Tikus Berdasilah

Yang paling berbahaya

Mereka mempunyai gigi yang begitu tajam

Bulu yang lebat untuk menyembunyikan

Keberadaan mereka

Serta badan yang sangat bau

Melebihi tikus got

Tikus Berdasi

Dilahirkan dari Keluarga Tikus

Lingkungan Tikus

Tikus Berdasi

Merupakan jelmaan Manusia

Manusia Biadab

Melebihi Kebiadaban

Seekor Babi

Tikus Berdasi

Selalu memakai

Jas untuk

Menutupi kejahatan

Mereka

Tikus Berdasi

Tak hanya

Para Pemimpin

Namun juga

Bawahan

Wahai

Para Pemimpin

Jangan Sampai

Engkau Menjelma

Menjadi Tikus Berdasi

  1. Rini Mayasari  (XI IPA 2)

KONTRADIKSI

Ayo Pak, Ayo Bu

Ayo kita biasakan korupsi

Kebudayaan nasional menurut kita

Jangan lupa juga kolusi, nepotisme dan teman-temannya

Sampai tubuh kita jadi makanan cacing

Di tanah berukuran dua kali satu kali satu!

Agar anak cucu kita bisa hidup bergelimang harta

Bahkan sampai tujuh turunan kalau perlu

Biarkan saja kaum papa

Yang berkotek seperti ayam, ayam kehilangan induk tepatnya

Kita kan buta dan tuli

“KATANYA” semua media mengutuk kita

Pernah lkhat auat dengar? Sama, saya juga tidak pernah dengar

Kita lupakan saja perjuangan pahlawan negeri ini

Mereka tinggal sejarah saja,bukan?

Kalau mereka masih gawat!

Mungkin wajah sudah bersimbah darah terkena pukulan dari mereka

Atau gawatnya lagi

Bambu runcing bukan tertancap di dada kompeni

Tapi di kepala kita!!!

  1. Qomariah (X-F / SBI)

Pejabat yang Korupsi

Hai pejabat yang korupsi

Mengapa kau bersenang-senang?

Mengapa kau tertawa bahagia?

Dengan keadaanmu sekarang

Apakah keadaan kini

Tengah membawamu pada sesuatu yang baik?

Tak pernahkah terfikir olehmu?

Bahwa keadaan tak selama berpihak padamu

Dan ingatlah para koruptor

Suatu hari nanti

Keadaan yang kini tengah baik padamu

Akan menjadi suatu malapetaka bagimu

  1. Ayyub Shabir Annas (X-F / SBI)

Engkau

Engkau…

Meminta dukungan

Kami dukung engkau

Engkau…

Meminta amanat

Kami berikan amanat itu

Engkau…

Membaca pidato

Kami dengar engkau

Engkau…

Meminta kepercayaan

Kami percaya engkau

Namun…

Mana semua janji-janjimu?

Dukungan kami…

Engkau manfaatkan

Amanat kami…

Engkau campakkan

Suara kami…

Engkau remehkan

Kepercayaan kami…

Engkau hancurkan

  1. Pujihastuti (X-F / SBI)

Saat Kita

Saat kita mendengar

Taburan pujian dan rayuan

Menggema dan menggelegar

Keliling pikiran

Saat kita melihat

Tubuh elok nan rupawan

Bak pangeran maya

Menjanjikan kedamaian

Saat kita merasa

Termakan rayuan

Tertipu buaian

Oleh sang penjanji

Hai! Sadarlah engkau

Siapa engkau sebenarnya

Sekarang ular dulu merpati

Bisamu sampai mati

  1. Pujihastuti (X-F / SBI)

Penguasa

Wahai penguasa

Sadarlah!

Ingatlah!

Pikirkan!

Tanyakan!

Rasakan!

Resapi!

Tangisan kami

Tangisan Indonesia

Tangisan Bumi Pertiwi

Tuk pribadi pencuri

  1. Abdullah Ichsan (X-F / SBI)

Tikus Berdasi

Tangisan dan tetes air mata

Iring-iringan orang miskin dan kelaparan

Korupsi, korupsi, dan korupsi

Untuk apakah engkau melakukan ini, saudaraku?

Sampai kapan kau akan terus begini?

Berkali-kali kami mencoba ingatkan

Erangan tangis tak pernah henti jua

Rasa amarah yang terus membara

Dimanakah hati nuranimu terletak?

Akankah kau berhenti saudara?

Semoga ini menjadi kenyataan…

INDONESIA BEBAS KORUPSI…

  1. Shany D. (X-F / SBI)

Koruptor

Kau minta dukungan

Kau minta suara rakyat

Dengan iming-iming makmur

Dengan iming-iming tiada lagi kerusuhan

Kau dipilih oleh kami…

Tapi…

Apa yang kau berikan kepada kami…

Kemiskinan dimana-mana

Kerusuhan dimana-mana

Kriminalitas merajalela

Wahai koruptor…

Sadarlah…

Jangan cuma menebar janji…

Kami memilihmu bukan untuk mengambil uang kami

Tapi untuk memakmurkan negeri kami

  1. Adhesatya N.M. (XI IPA 1)

Lebih Baik Tak Ada

Gedung mewah di sudut Senayan

Berdiri kokoh lagi angkuh

Menatap jauh ke atas

Di dalamnya ratusan kursi empuk tertata

Untuk mereka yang diagungkan

Apa yang kalian lakukan duhai penguasa??

Membuat RUU??

Atau mungkin membuat peraturan baru??

Bekerjasama dengan pemerintah daerah??

Atau…

Datang, duduk, diam, dengkur, dan duitkah??

Tawa kalian tak pernah lepas selama 5 tahun

Tak pernah kah kalian berpikir jutaan jiwa sekarang ini tinggal di kolong jembatan

Sedangkan kalian tidur empuk di spring bed import

Tak pernahkah kalian berfikir bahwa ada jutaan jiwa mati kelaparan di Indonesia

Sedangkan kalian makan di restoran megah

Jutaan jiwa bekerja banting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi

Sedangkan anda duduk empuk di Senayan sana dan puluhan juta rupiah pun mengalir

Anda seharusnya malu

Anda duduk disana karena rakyat

Tapi anda lupa diri setelah berhasil, tak pernah memikirkan keadaan rakyat

Anda korupsi sekakan dunia hanya milik anda

Lebih baik tak ada anggota DPR daripada ada tapi menyusahkan

Robohkan saja gedung mewah itu!!!!

  1. Hilmawan K. (XI IPA 2)

Putih Hitam

Putih

Hitam

Di luar Putih

Di dalam Hitam

Mulutnya Putih

Otaknya Hitam

Dia bilang tidak korupsi

Dia melakukan korupsi

Di akhir nanti hanya ada dua

Hitam hitam

Putih putih

Hitam sama dengan gelap

Putih sama dengan terang

Aku suka terang

Aku putih-putih

Aku bilang tidak korupsi

Aku tidak melakukan korupsi

  1. Andi Abdul Halim (XI IPA 1)

KORUPT”OR”

Korupt”or”

Selalu melakukan hal yang kot”or”

Uang yang seharusnya kamu set”or”

Kamu buat beli mot”or”

Padahal kerja kamu hanya mol”or”

Tidakkah kamu memikirkan atap rumah kami yang boc”or”

Tidakkah kamu melihat kita yang Cuma memakai kol”or”

Korupt”or”

  1. Ilham Firdaus (XI IPA 1)

“SI”

Si korupsi yang berdasi

Katanya mau membentuk generasi berisi

Tetapi tak punya visi juga misi

Yang selalu bikin orang emosi

Capek ngomongin korupsi yang udah basi

Orang susah cari kerja untuk dapat sesuap nasi

Terhambatnya transportasi transmigrasi gara-gara korupsi

Lagi-lagi korupsi

Koruptor datang ke kantor cuma pengen absensi

Tak mikirin masyarakat yang cuma makan terasi

Berebut jabatan cuma pengen kursi

Aduh korupsi

  1. R. Randy Arbie (XI IPA 1)

Hahahahaha

Gue, korupsi?…

Lo, kolusi?…

Nepotisme, nanti!

Pikir-pikir dasi gue mahal

Hari-hari pikirin lo posisi

Orang lain buat gue tumbal!

Buat lo gue harus mati?

KKN buat gue bukan Tuhan

Nggak ketahuan nggak masalah, kan?

Yang penting dompet tebal

Lo? Masa bodoh!!!

Dalam diri gue cuma ada satu

Dunia milik gue juga

Jadi, gue ya gue

Suka-suka gue kan mau apa saja?

Hidup-hidup gue!!

3H sekarang lagi zaman

Buat gue, halal haram hantam…

Korupsi budaya gue

KPK punya negara lo

Polisi jabatan orang

Hukuman juga ringan

Duit segalanya di dunia ini

Ada duit, semua beres…

41  Adhesatya N. M. (XI IPA 1)

Lihat dan Cermati Perbedaan Ini

Duhai pahlawan berkepala tikus berkainkan jas merah

Lihat perbedaan ini…

Antara sekolah yang hendak roboh

Dengan gedung kantor anda

Antara menu makanan sang pengemis

Dan menu makanan ala Italia anda

Antara kayuhan becak reyot

Dan setiran mobil mewah anda

Antara pakaian lusuh si anak jalanan

Dan gaun sutra anda

Antara tangis kelaparan dan tawa kekenyangan anda

Dan cermati perbedaan ini…

Antara keringat kami untuk sesuap nasi

Dan mark up untuk kemiskinan kami yang memilih anda

42Ghazali A. R. Kastella (XI IPA 1)

Kenapa Begini

Kenapa gw begini

Kenapa lu begitu

Kenapa semuanya berubah

Pembunuhan dimana-mana

Perampokan dimana-mana

Penjablaian dimana-mana

Kenapa…

Itu karena

Gw perlu uang cui

Lu perlu uang

Semua orang perlu uang

Kenapa kita kekurangan uang

Kenapa rakyat negeri ini kekurangan uang

Kenapa ini terjadi…

Itu karena

Pejabat-pejabat di atas sana

Mencuri yang kita

Menjual kekayaan negeri kita

Kenapa anda curi uang kami

Kenapa anda rampas kekayaan negeri kami

Masih kurangkah apa yang telah anda dapat

Kenapa anda salahgunakan kepercayaan kami

Kenapa…

43Abdul Rasyid (XI IPA 1)

Om Om Koruptor

Sekarang perutku membuncit

Harta bagai penonton konser yang menjerit

Suap sana suap sini buat aku terkenal

Tahta didapat hati diumpat

Senangnya bediri di atas kesengsaraan

Sana kelaparan saya kekenyangan

Sana kekurangan saya kelebihan…

Mobil banyak…

Rumah berlimpah…

Sampai tak tahu harus bagaimana

Hanya modal poster dan foto

Aku punya pengikut…

KPK datang aku pun sok nurut

Dalam hati aku tidak akan berlutut…

Komisi anti korupsi dapat ku labui

Hahaha tawa senang merasuki diri

Wahai anak dan keluargaku

Maafkan harta haram ayah

Ayah hanyalah penyiksa

Penghancur

Republik Indonesia tercinta

44Muh Dendy Syafardan (XI IPA 1)

Stop KKN

Siapa bilang korupsi itu salah?

Toh…gak ada yang tahu kan?

Orang lain? Masa bodoh!

Pokoknya gw hidup enak, aja!

Korupsi?

Orang lain emang tahu?

Rampok aja ga ada yang tahu!

Urusan ketauan, ittu urusan belakangan!

Pokoknya nikmatin hidup dulu deh!

Semua orang aja gak peduli!

Indonesia? Apalagi!

Nepotisme?

Emang nepotisme tuh paan?

Pejabat berdasi aja gak tahu!

Orang lain? Jangan tanya!

Tikus-tikus kantor juga gak tahu kok!

Indonesia? Emang tahu?

Siapa sangka Indonesia banyak KKN!

Masyarakat aja ga peduli!

Emang susah ya hidup di Indonesia…

45Afrizal F (X-B)

Korupsi

Korupsi…

Korupsi itu haram

Haram itu dosa

Dosa itu bisa masuk neraka

Korupsi…

Perbuatan yang sangat keji

Bias merugikan negeri

Koruptor di dalam negeri…

Cepatlah kau mati…

46Tahmid M. M.

Koruptors

Wahai para koruptor

Janganlah engkau melakukan perbuatan itu

Karena bukan Cuma merugikan negara

Tetapi juga merugikan banyak orang

Wahai para koruptor…

Sadarlah

Karena engkau telah mengambil hak orang lain

Dan perbuatan itu sangat keji…

47T. Fajar (X-B)

Koruptor

Tak punya

Otak seperti katak

48Adinda Intan (X-B)

Koruptor

Untuk para koruptor,

Jangan berkorupsi

Anda merugikan negara

Jahat sekali

49Rani A. (X-B)

Koruptor

Kau koruptor!

Mengambil harta rakyat

Tanpa peduli penderitaan Negara ini

Egois, penjahat, penjilat

Dasar kau koruptor!

50Afief (X-B)

Koruptor

Jangan mengmbil hakku

Jangan bersenang-senang sendiri

Kalau kau tidak bertanggung jawab

Berhenti saja menjadi pejabat…

Berhentilah koruptor

51  Aminah M. F. (X-B)

Koruptor

Hai para penjilat

Hilangkan sifat korupsi kalian

Kalian para koruptor

Sungguh tidak punya hati

Kalian tidak jauh berbeda dengan para lintah darat

Yang mengambil hak masyarakat

Kau koruptor perusak…bangsa

52Faiz (X-B)

Korupsi

Korupsi adalah perbuatan orang yang tak punya otak

Korupsi harus di bantas dari bumi

Korupsi sama saja melakukan dosa besar

Korupsi, mati!!!

53Aldino (X-B)

Otak Bocor

Koruptor

Otakmu bocor

Hatimu kotor

Korupsi

Itu hina

Menyedihkan

Haram

Egois

Para koruptor

Mati saja engkau

Hanya membunuh bangsa ini

Bangsa yang tidak tahu apa-apa

54Mirra (X-B)

Koruptor

Apa pedulimu, wahai para koruptor?

Menelantarkan rakyat

Menyianyiakan kesempatan mereka

Apalagi yang akan kaulakukan?

Menggunakan uang Negara

Hanya untuk kepuasan semata

Wahai para koruptor

Bertaubatlah kau sekarang

Jangan lagi kau hancurkan Negara

Negara yang sudah hancur ini

55Abi Fadlan (X-B)

Untitled 3

Koruptor kau seperti binatang

Kau seperti tikus

Yang hanya mementingkan diri sendiri

Tak pentingkan orang lain

Kau makan uang haram

Kau berikan kepada keluargamu

Mereka yang tidak berdosa

Jahatnya kau koruptor

Hanya engkau yang melakukan itu

56Lani (X-B)

Koruptor

Koruptor jahat

Mengambil hak orang lain

Kayak semut

Di injak-injak sama orang lain

57Marsha (X-B)

Kejinya Sang Koruptor

Wahai sang pejabat

Mengapa anda begitu keji?

Mengambil hak orang lain

Orang lain yang mencari uang

Mencari uang untuk menafkahkan

Anak beserta istri…

Mereka berfikir bagaimana?

Bagaimana cara untuk membayar sekolah?

Orang kecil yang seperti itu

Sangatlah merasa tidak difikirkan

Wahai sang pejabat

Lihatlah tangisan orang-orang kecil seperti mereka-mereka

Bayangkan jika Anda…

Tiba-tiba seperti orang itu?

Ingat bahwa bumi berputar!

Karma akan bersama anda “Sang Koruptor”!

58Arya (X-B)

KORUPTOR Racun Dunia

Koruptor adalah musuh rakyat

Mengambil Hak rakyat dan Harta rakyat

Tidakkah kau peduli pada rakyat

Seperti katak dalam tempurung

Koruptor engkaulah penjahat masyarakat

Daripada mengambil hak rakyat lebih baik mengemis

Sesungguhnya engkau tidak akan diterima di masyarakat

Koruptor Racun Dunia

59Yindra (X-B)

Korupsi

Korupsi

Mengapa engkau korupsi

Mengapa?

Mengapa?

Kau hina!

Kau sampah!

Mati saja kau

60Denny Rachman

Koruptor

Koruptor, koruptor, koruptor…

Berhentilah sang koruptor

Lihatlah rakyatmu

Lihatlah negaramu

Semua ini adalah ulahmu

61  Nurul Syahril Wahyudin F.

SADARLAH KORUPTOR

Koruptor,koruptor,koruptor…….

Engkaulah salah satu sumber hancurnya negara

Engkaulah orang yang tidak mempunyai hati

Engkaulah orang yang tidak beriman

Engkaulah orang yang tidak mempunyai agama

Hai…hai…hai…para koruptor sadarlah, dan

Lihatlah rakyat kamu yang hidup terlantar karena perbuatanmu

Sungguh-sungguh aku benci kepadamu

Hatimu bagaikan binatang jalan

62Nadia Anisha (X-F / SBI)

Harapan Kami

Bapak!

Salut ku ucapkan kepadamu

Tanggung jawab dan bebanmu tidak kecil

Godaan yang kau hadapi pun tidak sedikit

Berwibawa… Bertanggung jawab… Adil… Bijaksana

Engkaulah sebenarnya Bapak Negara harapan kami

Selalu menjaga kami, melindungi

Menjaga hak-hak kami

Bapak Negara

Seharusnya engkau menjadi panutan kami

Menjadi seseorang yang kami hormati

Bukan menjadi lawan perang kami

Dalam memiliki sesuatu yang seharusnya tidak kau miliki

63Sitty A. Habibie (XI IPA 1)

Korupsi itu K…O…R…U…P…S…I…

Hiruk pikuk kota sangat ramai

Pejabat-pejabat berdasi kian kemari

Tersenyum picik di balik mobil mewah

Seakan-akan dunia milik mereka

Mereka itulah orang-orang egois

Yang hanya berfikir untuk keuntungan sendiri

Keuntungan keluarga, harta, jabatan…

Tanpa memikirkan leher-leher rakyat jelata…

Apakah Anda tahu apa itu korupsi?

Ya…saya juga tahu…

Korupsi itu K…O…R…U…P…S… dan I…

Ha…Ha…Ha…

Duhai para koruptor

Tahukah Anda dengan apa yang Anda lakukan?

Korupsi waktu… korupsi uang… korupsi cinta…

Semuanya berujung pada kemelaratan

Korupsi…

Korupsi itu malu…

Korupsi itu merugi…

Korupsi itu dosa…

64Aditya P. (X-C)

Hapus Korupsi

Koruptor, uang-uang berhamburan

Rakyat kecil kelaparan

Brantas habis korupsi

Rakyat kecil menangis

Hapuskan korupsi

65Cindy C. M. (X-C)

Koruptor Jahanam

Koruptor oh koruptor

Sungguh kejamnya dikau

Teganya kau merampas uang rakyat

Memakainya untuk berfoya-foya

Bersenang-senang di atas tangisan rakyat

Senang melihat orang susah

Susah melihat orang senang

Kejamnya kau koruptor jahanam!

66Aulia Riyani (X-C)

Pencuri yang Kaya

Pencuri yang kaya?

Masuk logika?

Tidakkah mereka merasa cukup?

Mereka mempunyai banyak harta

Koruptor!

Mereka semua pencuri yang kaya!

Apa yang mereka butuhkan?

Uang!

Itu yang mereka inginkan

Koruptor…

Mereka tidak pernah puas

Mereka hanya pencuri yang bodoh!

Hanya manusia yang diperdaya oleh uang

67Sri Indah Astuti (X-C)

KANTONG KOTOR

Uang-uang yang disimpan

Telah dicuri oleh para koruptor yang tidak punya hati

Kantong jas telah dipenuhi dengan uang-uang kotor

Yang mereka ambil

Kejam, kejam, kejam, dan kejam

69Reynaldy A.S. (X-C)

Tolong Mengerti

Rakyat-rakyat miskin bertaburan di jalanan

Kau lewat di depan mereka acuh tak acuh

Kau hanya mementingkan diri sendiri

Bayangkan dirimu ada di diri mereka

Bayangkan betapa sakitnya mereka

Mencari segumpal nasi saja sampai setengah mati

Tidak seperti kamu, tinggal memesan

Tolong mengerti mereka

71  Syaima Thalib (X-C)

Sadarlah

Orang-orang di akhir zaman

Menghadapi zaman berikut sebagai neraka

Apa tidak takut…

Orang-orang di atas tak memberi contoh yang baik

Penerus bangsa adalah kami, tapi siapa yang harus kami contoh

Hutan-hutan habis tetap acuh

Sawah-sawah habis pun tetap acuh

Sebenarnya apa yang kalian lakukan di gedung itu

Hanya besantai dan tidurkah?

Orang-orang di atas pikirkanlah kami

Andai kau merasakan apa yang kami rasakan

Kami capek terus-menerus mengeluh

Dengan apa yang kau perbuat

Orang-orang di atas belum cukup kalian memakan

Hak kami… Uang telah menggelapkan kalian

Kami malu dan sedih melihat kalian yang seperti ini

Bangkitlah dan sadarlah

Bahwa perbuatan kalian adalah salah

Mari kita majukan bangsa dengan sekuat tenaga

Agar negara ini hidup makmur dan sejahtera

72Zainul Abidin (X-C)

Korupsi

Korupsi… makan uang Negara

Korupsi… rakyat kecil sengsara

Korupsi… ujungnya di penjara

Korupsi… mendapatkan jatah tiket menuju neraka

Korupsi masuk neraka, tidak korupsi masuk surga

Pilih surga apa neraka???

73Shirine (SKS)

Koruptor dan Korupsi

Koruptor, mereka terjebak di tempat ini

Mereka terjebak di jalan ini

Ini sebuah takdir atau hobi…

Mereka tertawa di balik penderitaan semua

Mereka senang di atas kesedihan semua

Di tempat ini mereka akan menangis semua

Korupsi… namanya

74Arista Dhaivina (X-SKS)

KORUPSI

Kelakuan seorang manusia

Otaknya sudah tidak bekerja sempurna

Rupiah menjadi sasaran utama

Untuk melakukan kejahatan besar

Penjara rumah yang pantas untuknya

Sebuah tempat berjeruji besi

Imbas dari apa yang telah mereka lakukan

75Fathia Fatima Giani (X-SKS)

Sang Koruptor

Terasa begitu indah dirasa begitu sakit

Ketika semua itu indah tuk dinikmati

Hati ini terasa sakit tuk mengetahui…

Keindahan itu tak harus dinikmati sendiri

Akan lebih indah ketika kita bias menikmati keindahan itu

Bersama dengan yang lain…

Dan lebih sakit ketika keindahan itu tak kita miliki lagi

Dan menjadi milik orang lain, yang tak mau dinikmati bersama kita

Dikala sendiri di balik jeruji

Tak ada yang menempati sepinya sang koruptor yang kini

Bermimpi tuk memutar waktu

76M. Raihan R. (X-SKS)

Anti Korupsi

Akankah ini segera berakhir?

Nasib bangsa yang terpuruk dalam permasalahan

Tak dipedulikan oleh para koruptor bangsa

Inikah yang disebut keadilan?

Korupsi yang menghancurkan martabat bangsa

Obrak-abrik kas keuangan negara

Rupiah demi rupiah yang terus hilang

Untuk kepuasan dan kepentingan pribadi

Prihatinkah kita atas semua ini?

Sampai kapankah kita harus menunggu?

Indahnya negeri Indonesia tercinta tanpa KORUPSI

77Rahmat Dwi Putranto (X-C)

K untuk Korupsi

Korupsi

Sebuah kata kecil penuh kontradiksi

Sumber sebuah konspirasi yang mencabangkan kemiskinan

Bagai cabang pohon yang menjatuhkan daunnya

Wahai para koruptor

Sadarkah apa yang ada di isi perutmu

Tingkah lakumu

Bagai seekor babi yang makan rumput dengan tanahnya

Negara konspirasi ini telah memfasilitasimu

Semua yang bertentangan disesuaikan

Jalanmu mulus di dunia

Tapi tinggal cerita di akhirat

78Anindyta Putri (X-C)

Kembalikan Hak Kami

Apa yang kau lakukan disana?

Di balik meja kokoh itu

Tak tahu kah engkau

Kami di sini menangis

Memohon demi sesuap nasi

Menjerit demi seliter minyak

Bahkan kami rela mati

Demi uang sumabangan darimu

Lalu apa yang kau lakukan?

Kau tetap tersenyum bahagia

Dengan keadaan ini

Kau kemanakan hak-hak kami

Hey..koruptor

Kembalikan hak kami

Jangan kau rebut hak kami

Berikan yang seharusnya

Kami dapat…

79Zainul

TANAH PAPUA

Papua…

Diciptakan oleh Yang Kuasa

Tanah yang subur banyak kekayaannya

Disana beragam suku dan bahasanya

Alam yang indah juga budayanya

Puncak Jaya yang menjulang tinggi

Diselimuti oleh salju abadi

Burung cendrawasih berkicau dan menari

Di tengan belantara bumi Papua…

Papua…

Nun jauh disana

Di ufuk timur terbitnya matahari

Papua…

Tempat kelahiranku

Yang tak akan kulupakan selamanya

80S. Hairunnisa

Berjuanglah KPK

Hancur bangsa kita

Oleh tikus-tikus Negara

Yang berseru atas nama rakyat

Namun dunia makin melarat

Hancur bangsa kita

Oleh serigala berbulu domba

Yang berwajah tanpa dosa

Dan merampas milik  rakyat tanpa rasa bersalah

Hancur bangsa ini

Oleh lolongan anjing

Yang meneriakkan janji manis

Namun bangsa berakhir krisis

Namun…

Damai bangsa kita

Oleh angkatan perang KPK

Yang bertempur melawan pendusta

Dan membantu para PHK

Damai Indonesia

Oleh janji setia

Para prajurit KPK

Untuk merdeka

81  Nadia Anisha (X-F)

Semut Kelaparan

Bentuknya menggiurkan

Bungkusnya menarik hati

Warnanya memberikan harapan

Tangkainya kokoh membuat kita yakin

Rasakan! Rasakan itu!

Manisnya saat dibuka

Kokohnya saat dipegang

Enak…enak kelihatannya

Pahit, itu yang kurasa

Rasa akhir dari benda itu

Manisnya seperti diambil, dicuri lebih tepat!

Di gerogoti semut yang kelaparan

Tidak memperdulikan kami

Yang lebih merasa kelaparan

82Ayu F (X-F)

Muka Dua = Koruptor

Pakaiannya, “ high level”

Setelan jas, tak lupa dasi menggantung di leher

Aroma tubuhnya tercium radius 2 km

Entah berapa ribu botol parfum yang di kerahkan

Cara berjalan yang gagah

Membuatnya terlihat bijaksana

Beribu rayuan manis

Keluar dari mulutnya yang terluhat jujur

Tapi…

Itu hanya bualan

Bualan dari beribu-ribu bualan

Bualan bagian dari pancingan

Hai muka dua

Pernahkah kau tengok ke bawah

Berapa banyak manusia yangmenderita

Karena haknya kau ambil

Berapa banyak kerugian

Yang akan kami tanggung

Atas perbuatanmu?

Kau pasti tahu…

Sebagai anak bangsa, kami malu…

Mengapa hal ini terjadi

Pada bangsa ini?

83Muh. Dendy Syafardan (XI IPA 1)

Indonesia Bebas Korupsi

Inilah Indonesia

Negaraku tercinta

Dari sabang sampai merauke

Orang yang ramah selalu kujumpa

Namun semuanya tak lagi sama

Empati tak lagi ada

Sikap mereka kini telah berbeda

Inikah yang namanya Indonesia?

Atau hanya “ Indonesia”?

Berantas korupsi!!!

Entah semboyan ataupun tujuan

Banyak orang yang tidak lagi memperdulikan

Akankah semuanya menjadi kenyataan?

Saat sang merah putih tak lagi dihiraukan

Koruptor…

Orang-orang perusak moral bangsa

Raih raih prestasi dengan korupsi

Untuk sesaat dan selamanya!

Perubahan sangat perlu bagi bumi pertiwi

Saatnya kita semua menyerukan

Indonesia bebas korupsi

84Abdullah Ichsan (X-F / SBI)

S

E

M

U

A

S A K I T T E N T A N G
K A M P A N Y E K O R U P S I
O R J
L I M P I A N A
I U G E N
M A S A A P E N J A R A
I I L O I N
N K A N T O R T A
G O A I K P K
M I M P I R K S A
M U A N G Y M L
I K O R U P A E S
N O T T B B U S U K U
G M O R G A N I S A S I
I R K R
J S A O
M A T I L K
B B E R A N T A S
A A
T A N A H M S
M A T A I E I
N P R E S I D E N N D
E T T O K R A S I
M K L E P S
P E N C U R I R I
L E G I S L A T I F
U

85Siti Fauzya

Tipuan Koruptor

Tersenyumlah kamu

Tertawalah kamu

Bersenang-senanglah kamu

Di atas masyarakat banyak

Rasa tidak bersalah

Rasa tidak berdosa

Membuatmu semakain gila

Membuatmu semakin tergila-gila

Hai perut besar !

Tidak sadarkah kamu ?

Banyak masyarakat di bawahmu yang menunggu

Menunggu perubahan baik bukan perubahan yang merugikan

Hai masyarakat !

Kau memilih mereka dengan penuh harapan

Tetapi yang kau dapatkan hanya tipuan nya

Terjebaklah kamu terkepunglah kamu dalam tipuan sang perut besar nan rakus

86Mikki M. F.

Salah Digunakan

Kau naik dengan beban

Beban yang kau dapat dari kepercayaan

Kepercayaan-kepercayaan yang kau dapat dari bawahan

Bawahan-bawahan yang sangat mengharapkan perubahan

Tapi apa yang kau lakukan

Perbuatan-perbuatan yang tak termaafkan

Beban-beban yang kau hilangkan

Kepercayaan-kepercayaan yang telah kau kecewakan

Sadarkah kau akan perbuatan ?

Perbuatan yang mengajar kekayaan

Perbuatan yang mengejar kekayaan

Perbuatan yang menghilangkan kepercayaan

Hinaanlah yang kau dapatkan!!

87Mikki M. F.

Sumpah Serapah

Kau ……

Kau ……

Satu kata buat pencuri sepertimu

Matilah kau bersama kacung-kacungmu !!!

Kau …..

Kau …..

Satu sumpah buat sampah sepertimu

Tersiksalah di akhir hayatmu !!!

88Riski Melia

Rasakan

Melihat negeri tercinta ini

Entah apa yang sedang terjadi

Lalu lalang para koruptor seakan tiada henti

Inikah yang diharapkan ?

Antara hidup dan mati rakyat menanti sesuap nasi

Hanya menunggu virus-virus jiwa penghianat itu lenyap

Andaikan negeri ini hancur sekalipun

Rasakan sakitnya hati jiwa yang di bohongi

Terus menderita melihat para munafik itu di atas kesenangan nya

Arti dari sebuah negeri kesatuan

Nantikan kesadaran terhadap kelaparan para rakyat

Tidakkah akan mereka tahu?

Ini sangat menyakitkan untuk dirasakan seorang rakyat kecil

89Prity Safira T.

Para Koruptor

Jabatan menurutnya penting

Dan menginginkan sesuatu yang instan

Merugikan rakyat tidak di pikirkan olehnya

Itulah para koruptor …….

Menikmati harta yang melimpah

Walaupun hati tak tenang

Gelisah,gelisah dan gelisah

Rasa itulah yang selalu di rasa

Itulah para koruptor

Keluargalah menjadi taruhan

Jabatanlah menjadi taruhan

Apakah kau tak sabar

Itulah para koruptor

90Prity Safira T.

Koruptor

Korupsi sekarang semakin merajalela

Orang-orang yang tak bersalah juga ikut terkena

Rasa dalam hatiku selalu bertanya

Untuk apa orang berkorupsi?

Padahal itu bias membuat negri kita jatuh miskin

Tapi para koruptor tidak juga menyadari perbuatan nya

Oleh karena itu kita pemuda pemudi Indonesia harus memberantas korupsi

Runtuhnya para koruptor untuk kebaikan negeri

91  Herry Prabowo

Korupsi Tidak Pernah Tidur

Sengsara Karenamu

Susahpun karenamu

Pakaianmu bagus

Jasmu bagus

Sepatumu pun bagus

Dosa mu menumpuk

Rakyat mengecam mu

Hidupmu senang

Tapi rakyat sengsara

Kau menari di atas tangis

Ibu dan anaknya yang sekarat

Koruptor kau takkan bisa tidur

92Narita Lestarina

Korupsi

Korupsi sudah dimana-mana

Pejabat-pejabat hanya mementingkan

Kepentingan dirinya sendiri

Yang dipikirkan hanya kekayaan dan kepuasan

Kebohongan sudah dimana-mana

Kejujuran sudah tidak lagi di perdulikan

Dimana janji-janji para pejabat

Yang menjanjikan kesejahteraan

Harusnya para pejabat harus memberi contoh

Kepada masyarakatnya

Bukan malah merampas uang rakyatnya

93Aditya B.N.

Derita Negara

Taukah anda kenapa Negara ini miskin

Ada yang bilang tidak tahu

Apakah tidak ada yang tahu

Negara kita miskin karena

Adanya orang-orang tak bertanggung jawab

Apakah orang-orang itu sadar

Betapa susahnya orang-orang kecil

Mencari sebutir nasi untuk keluarganya

Orang-orang itu hanya memikirkan

Dirinya sendiri

Apakah pantas orang-orang tersebut

Tinggal di negri kita

Negri Indonesia

94Aditya B.N.

Tangisan Rakyat Kecil

Rakyat kecil menangis

Mereka menangis karena

Mereka tidak punya harta

Yang cukup,untuk menghidupi

Keluarganya

Kenapa mereka tak punya

Harta yang,karena harta

Mereka,di ambil oleh orang-orang

Yang korupsi,kenapa orang-orang

Itu tidak bias mengerti,tangisan

Dan derita rakyat-rakyat kecil

Orang-orang itu bersenang-senang dengan uang haram

Sedangkan rakyat kecil menangis

95Yuniar Rochmi

Dari Rakyat Dan Untukmu

Pakaianmu rapi enak di pandang mata

Ucapan-ucapan bijak telah kau lantunkan

Janji-janji manis mu merasuk ke dalam hati

Hati kami, kami para rakyat jelata

Namun tak kusangka

Kau berbuat hina

Lidahmu yang tidak bertulang

Telah mengiris hati

Tidakah kau lihat dan merasa kasihan

Betapa malangnya nasib kami rakyatmu

Teganya kau bahagia di atas penderitaan kami

Sungguh biadab ulahmu wahai para koruptor

Kau yang selalu bilang

Segalanya dari rakyat dan untuk rakyat

Namun kini telah berbeda

Segalanya dari rakyat untuk mu!

96Ade Meuthia Sutikno

Dajjalnya Indonesia

Jal,segala-galanya butuh uang

Tetapi kamu juga harus tau

Bahwa uang bukan segala-galanya

Itu kata Bu Kris

Kami lah doraemon mu

Hanya karena kami yang bisa meminjamkan

Hanya kami yang rela miminjamkan pintu kemana saja

Nobita,kamulah dajjalnya Indonesia

97Ade Meuthia Sutikno

Jaksa Urip

Wahai urip yang sejahtera di balik kandang besi

Derita sekali hidupmu, rip

Tak ada kerja selain berdosa

Ditunggu di rumah anak yang berdoa

Hidupmu ringkas

Duduk di bangku Olimpic

Tas di bawa ajudan

Mengungkap kepalsuan

Allah maha adil

Kau yang nyaman tidur di atas awan hitam

Sekarang bersemayam di kubangan

Sabar, rip

98Prity Safira T.

Bertanya Tanpa Ada Jawaban

Saya pemuda Indonesia

Yang ingin memberantas korupsi

Apa yang bisa kuperbuat

Fikirku selalu bertanya

Inikah yang harus kulakukan untuk negriku ?

Rasanya saya ingin selalu memberantasnya

Apakah saya bisa memberantasnya ?

99Muhammad Hazaquan

Bolak – Balik Korupsi

Bersembunyi dari masyarakat

Untuk mendapat harta dan derajat

Dia adalah sesosok wajah

Inilah virus merajalela

Sana-sini orang kelaparan

Ingin makan hanya ada kemiskinan

Sana-sini orang korupsi

Wabah penyakit orang-orang berdasi

Abaikan derita rakyat

Negara semakin sekarat

Terabaikan dalam kesengsaraan

Oleh para koruptor

100        Lila Azalia

Untitled

Jejak kerjaku

Enggan ku umbar di depan umum

Naluri seorang korupsi hampiri dahulu

Gambaran diriku

Kesenangan belaka menghampiri dahulu

Esok pun aku tak tahu

Luasnya dunia semakin menutupi mataku

Incaran untuk para korupsi pun menghampiri

Narapidana jadi diriku

101         Lila Azalia

Untitled

Baju –baju baruku

Uang –uang bertebaran

Dengan mengandalkan uang dan jabatanku

Impianku pun terwujud

Akankah lusa ku masih begini

Namun dengan korupsi

Duduk manis disini

Untuk menanti kenikmatan itu datang

Korupsi lah aku

102        Reski Alfiansyah

Para Pejabat Yang Korupsi

Hai para pejabat

Bagaimana anda tega

Di luar sana banyak yang tidak bias makan

Tapi mengapa anda masih saja mengambil hak mereka

Sadarlah apa yang telah anda lakukan

Negara merugi

Rakyat menderita

Kenapa masih korupsi

103        Reski Alfiansyah

Pengkoruptor

Hai pengkoruptor

Taukah anda kehidupan rakyat Indonesia

Dimana-mana masih banyak yang susah makan

Tetapi masih saja anda korupsi

Hai pengkoruptor

Bisakah anda menghilangkan kebiasaan korupsi anda

Biarkan warga Indonesia tidak kena getahnya

Biarkan warga Indonesia menempuh hidup dengan sukses

104                                                                                                                                                                                            Sherly Cyntia

HARTA SIMPANAN

Pengetahuan sekarang telah berkembang

Manusia semakin gampang bekerja sama

Semakin waktu berputar semakin banyak

Yang berbuat penyimpangan

Wakil rakyat pun ikut-ikutan

Dalam melakukan penyimpangan

Tidak hanya mereka sekarang

Hampir dari semua generasi

Bangsa hidup dengan korupsi

Kini korupsi telah mendarahh daging di Indonesia

Semua orang tergiur dengan nominal, rumah mewah,

Fasilitas memadai

Wahai koruptor sadarlah

Itu adalah dosa!!!

Di dunia sekarang kau telah tersiksa

Hidupmu tak lagi seindah dulu

Dirimu kini dihantui dengan kecemasan

Wahai koruptor sadarlah

105                                                                                                                                                                                            Sherly Cyntia

KORUPTOR

Bunyi palu telah menjadi saksi bisu di meja hijau

Tak terhitung berapa gelombang suara yang telah

Dia keluarkan untuk mengungkap kebenaran

Semakin hari semakin banyak yang berada dibalik besi

Hakim agung pusing hanya dengan satu kasus

Yang sama, korupsi dan korupsi

Pengacara pun sekarang mengalami kebimbangan

Ia pun bingung harus membela yang mana??

Dan kini semua orang mulai bertanya

Kenapa korupsi semakin merajalela

106                                                                                                                                                                                            Haryo Agung (XI IPS 3)

KORUPTOR

Wahai para koruptor

Sadarkah kamu

Akan apa yang kau lakukan

Akan apa yang kau perbuat

Wahai para koruptor

Sadarkah kalau perbuatanmu itu telah

Merugikan Negara

Dan memperparah kemiskinan

Wahai para koruptor

Dimana lagi hatimu

Apakah kau masih tega melihat

Negara kita makin hancur

Wahai para koruptor

Sekali lagi sadarlah

Kalau perbatanmu

Hanya mampu merugikan Negara

107                                                                                                                                                                                            Haryo Agung (XI IPS 3)

PEJABAT

Para pejabat

Dulu engkau menebar janji

Untuk memberantas korupsi

Dan untuk mensejahterakan rakyat

Para pejabat

Sekarang engkau telah menjadi pejabat

Engkau adalah pilihan para rakyat

Rakyat pun sekarang menunggu janjimu

Para pejabat

Tapi mengapa engkau sekarang

Melanggar janjimu

Janji-janji yang kau tebar dulu

Para pejabat

Sekarang engkau telah menjadi koruptor

Sekarang engkau juga telah mengabaikan rakyat

Para rakyat pun bertanya “dimana janjimu dulu?”

108                                                                                                                                                                                            Citra (XI IPS 3)

TANPA SADAR DOSA

Di balik wajah –wajah yang berdasi dan penuh janji

Namun tersimpan kelicikan di hati

Hidup dijadikan untuk berdosa

Merampas dan bersenang-senang atas penderitaan rakyat

Yang polos dan hanya bias menerima

Begitu tampan dan menawan

Ketikaku melihat seorang yang turun

Dari sebuah mobil mewah memarkir

Di rumah yang begitu megah bagai istana

Ternyata dia adalah seorang koruptor

Bisanya hanya merampas untuk kenyamanan diri

Namun telah merugikan rakyat yang tak hentinya

Bekerja keras untuk kepentingan bersama

Yang seharusnya jadi milik kami

Oh.. tuhan

Sadarkan mereka bahwa itu perbuatan dosa

Berikan balasan atas apa yang telah

Diperbuat pada kami rakyat-rakyat kecil

109                                                                                                                                                                                            Sisca Putri H. (XI IPS 1)

BUKAN SIAPA-SIAPA

Kedudukan membuatnya galau

Kedudukan membuatnya tergiur

Satu dari beribu orang

Penuh janji dan harapan

Awalnya berasal dari biasa saja

Tanpa kursi, tanpa dasi, tanpa kedudukan

Kini semua itu milikmu

Sekarang semua kandas

kursi tanpa dasi bukanlah kedudukan

tapi dirimu tanpa kata

bukanlah siapa-siapa

110                                                                                                                                                                                             Sisca Putri H. (XI IPS 1)

DUSTAMU

Indah didengar

Namun tak mungkin dirasakan

kini janjimu awal dari segalanya

semua..

cintamu dengan rakyat

hingga kini tak berarti

ingatanmu dengan rakyat

kini hilang

dan akhirnya kau pergi dengan kepalsuan

111                                                                                                                                                                                               Dwi Yoss ( XI IPS 1)

JABATAN

Kekuatan dibalik jabatan

Dengan itu membuatmu bergaya

Merasa dirimu seorang mafia

Sebenarnya kau hanya manusia biasa

Kau memiliki segalanya

Hanya dengan jabatan itu

Menghalalkan berbagai cara

Demi memenuhi ambisi

Uang dan jabatan telah membulatkan hatimu

Kami akan berbalik dan melawanmu

Kami butuh seorng pahlawan

Yang tidak pernah mengandalkan jabatan

112                                                                                                                                                                                             Dwi Yoss (XI IPS 1)

MATERI

Ketika mata hati

Dibutakan materi

Teringat sebuah janji

Akan adanya korupsi

Bahwa korupsi di tengah kemiskinan

Terus mendera dan bermunculan

Tak ada lagi keadilan

Itu semua karena uang

113                                                                                                                                                                                             M. Romadoni (XI IPS 1)

Ohh.. KORUPTOR

Jabatan yang diberikan oleh rakyat

Kau sia-siakan dengan kerakusanmu

Uang yang seharusnya hak milik rakyat

Kau curi dengan rakusnya

Kau seperti tikus yang kelaparan

Memakan harta milik orang lain

Apakah kau tidak memikirkan rakyatmu

Ohh .. para koruptor

114                                                                                                                                                                                             M. Romadoni (XI IPS 1)

KPK

Kau adalah musuh para koruptor

Orang dapat dipercaya oleh rakyat

Siap bekerja siang malam untuk menangkap koruptor

Semua itu kau lakukan untuk rakyat

Kau dipercaya negara dan bangsa

Janganlah kau bekerja sama dengan koruptor

Dan teruslah bekerja untuk bangsa dan negara

Karena nasib bangsa dan negara ada di pundakmu

115                                                                                                                                                                                             Aditya N. U. (XI IPS 1)

KURSI WAKIL RAKYAT

Duduk manis di kursi rakyat

Sembari menunggu hasil masyarakat

Terdiam membisu dalam rapat

Hanya teguran yang didapat

Bermodal janji yang dimiliki

Tanpa sedikit pun hasil bukti

Punya hati tapi tak empati

Pegang janji tapi tak ditepati

Apa guna wakil rakyat?

Apabila tidak merakyat

Apa guna kursi rakyat?

Jika yang sengsara masyarakat

Sadarlah kau wakil rakyat

Kursimu hanyalah sementara

Kapan saja bisa turun oleh rakyat

Apalagi tertawa melihat orang sengsara

116                                                                                                                                                                                             Aditya N. U. (XI IPS 1)

PEJABAT BERDASI

Bekerja tanpa beban

Tertidur dalam pekerjaannya

Tertawa malihat kesengsaraan

Bekerja sama dengan bawahannya

Tak kenal takut akan resiko

Padahal sering terjadi

Nama baik dan keluarga

Adalah taruhannya

Inilah pejabat berdasi

Tak takut dengan hukum

Asal mendapatkan duit

Tak peduli akan akibatnya

117                                                                                                                                                                                             Farah F. Meutia

Untitled

Yang aku lihat

Hanya anak-anak kecil kasihan

Yang aku dengar

Hanya ibu-ibu lapar teriak nasi

Ketika aku terpana

Perut besar pak tua yang kenyang makan nasi kotor

Ketika aku berkata

Kemana mata-mata om-om berkumis melihat rakyat jelata

Aku berfikir

Sampai kapan harus makan di tengah orang minta-minta

Aku bertanya

Harus buat apa melihat orang-orang kaya dosa merajalela

Aku mau marah

Apa manusia-manusia kaya itu lupa rupanya sama dangan manusia

Tak berharga itu

Hanya satu kata kasar yang berada dalam benak

Cuma ada sesak dari tia-tiap memori bangsat

Ntah sampai kapan harus menahan setiap pukulan dahsyat

Ke muka para pejabat “HEBAT”

Tepuk-tepukan tangan masyarakat haus darah para keparat

Apa harus ada cobaan dulu baru kalian tahu tuhan marah??

Apa harus ada bencana baru kalian tahu tuhan benci??

Kumohon sadarlah kau para orang berdasi

118                                                                                                                                                                                             Anonym

Tikus

Maling-maling berdasi

Tas dan dasi yang di pakai mereka

Seperti konglomerat yang kaya raya

Mobil-mobil dan rumah mewah

Hasil penghianatan sebuah amanah

Menipu, mencuri, melobi

Adalah makanan sehari-hari

Mereka suka makan uang rakyat

Tanpa pernah merasa terjerat

Mereka sama saja seperti maling-maling yang lain

Bedanya, koruptor dan hakim agung suka bermain

Bermain-main dalam sogok menyogok

Itulah maling-maling berdasi

Penuh tipu dan atraksi

Apa mereka tak mengenal dosa

Tak tahu batas antara surga dan neraka

Merusak moral bangsa Indonesia

Mencuri demi nafsu dan harta

Tipu sini , tipu sana

Sogak sini, sogak sana

Tanpa mengenal lelah

Berbohong kepada aparat pemerintah

Bernyanyi diatas kemiskinan rakyat

Menari di atas penderitaan rakyat

Dengan semboyan harta adalah segalanya

Mereka siap menipu rakyat Indonesia

BRING ME THE HORIZON

OLIVER SYKES + LEE MALIA +CURTIS WARD

MATT LEAN +MATT NICHOLS

119                                                                                                                                                                                             Zulfikar Balges

Koruptor

Engkau sangat menikmati kehidupanmu

Di dalam kekayaan yang engkau peroleh

Di atas penderitaan orang lain

Engkau begitu licik dalam berpikir

Begitu juga dalam kebohongan

Hai…koruptor

Apakah hatimu selicik setan

Apakah kamu bermuka dua

Engkau hanya memikir dirimu sesndiri

Tanpa memikir hak orang lain

Hai…

Koruptor…

Sungguh engkau berbulu domba

120                                                                                                                                                                                             Prizka Brigitasari (XI IPS 1)

Surat Untuk Para Koruptor

Wahai para perut besar

Puaskah engkau dengan kebesaranmu

Tahukah kau dari mana kau dapatkan kebesaranmu

Engkau raup semua bagian dari mereka

Engkau bencana bagi mereka

Pernahkah kau merasakan haus?

Pernahkah kau merasakan lapar?

Seperti apa yang mereka rasakan setelah kau rampas bagian dari mereka dengan tangan kotormu

Pernahkah kau berfikir?

Tahukah apa yang harus kau pikirkan?

Pikirkanlah penderitaan yang mereka alami

Yang terjadi karena ulahmu

Wahai para perut besar

Sadarlah kau……

121                                                                                                                                                                                             Prizka Brigitasari (XI IPS1)

KPK Beraksi

Musnahlah kau..

Menghilanglah kau..

Masuklah kau ke balik jeruji basi

Puaskan kami dengan tertangkapnya kau

Bahagiakanlah kami dengan tangisanmu

Wahai para koruptor

Sembunyilah semasih bisa

KPK akan menangkapmu!!!

122                                                                                                                                                                                            Ayu Dian Amartani (XI IPS 3)

Tikus Berdasi

Senyuman licik para pejabat

Membuat nangis hati para rakyat

Uang mengalir dengan mudah dari rakyat untuk pembangunan

Tapi apa yang terjadi?

Tikus-tikus kecil berdasi memakan uang itu

Kejam sekali

Pembangunan tidak berjalan

Rakyat menangis

Tikus-tikus tertawa

Sungguh berdosa tikus-tikus kecil berdasi itu

Tikus-tikus berdasi yang menghambat pembangunan

Membuat rakyat tidak berdosa menangis darah

123                                                                                                                                                                                            Ayu Dian Amartani (XI IPS 3)

Penghianat Rakyat

Para penghianat rakyat

Aku mewakili rakyat yangmenderita

Naiflah kalian sekarang

Damai nanti akan kami (rakyat) raih

Udara sejuk akan kami hirup

Ketika kau penghianat rakyat dipenjara

124                                                                                                                                                                                            Kartika R. (XI IPS 1)

Pikiran Koruptor

Apa yang mereka pikirkan??

Apa yang ada didalam otak dan pikiran mereka??

Mengapa mereka lakukan itu??

Tahukan mereka itu merugikan semua !!

Mereka tertawa dalam kesedihan yang lain

Mereka bahagia dalam dalam kesenangan yang lain

Korupsi….

Kenapa itu harus mereka lakukan

Menghabiskan harta benda negara

Menikmati kakeyaan negara dengan cuma-cuma

Sadarlah wahai koruptor…. Sadarlah !!

125                                                                                                                                                                                            Kartika R. XI IPS 1)

Dibalik Hidup Sang Koruptor

Kenikmatan hidup yang mereka dapatkan

Kemewahan yang mereka terima

Tapi dibalik itu

Jiwa yang tidak bahagia yang mereka peroleh

Hati yang tidak tenang yang mereka dapatkan

Mereka tahu itu !!

Kenapa??

Kenapa masih dilakukan??

Hidup mewah, hati tak tenang

Hidup nikmat, jiwa tidak bahagia

Setiap hari dihantui rasa barsalah

Setiap hari dikejar-kejar rasa bersalah

Apakah itu yang mereka inginkan?

126                                                                                                                                                                                            Fikri (XI IPS 3)

Ratapan Rakyat Tertindas

Lihatlah, di sekelilingmu

Semua hidup terlunta-lunta

Kau bersembunyi bak tikus-tikus

Sungguh pengecut kau koruptor!

Kau hanya menambah luka masyarakat

Membuat mereka kehilangan semuanya

Harta dan kekayaan yang dahulu melimpah

Kini telah kau curi dari mereka

Kudengar tangisan mereka

Seakan ingin merindukan

Sadarlah wahai tikus-tikus kantor

127                                                                                                                                                                                            Fikri (XI IPS 3)

Untitled

Pagi hari ku bangun dari tidurku

Kulihat ke jalanan yang melintang jauh

Ada 2 orang saudara kami

Menjual suaranya pada orang-orang berdasi

Masih untung ada yang mau membayar suara mereka

Tetapi, apa daya harapan tak sesuai dengan nasib

Mereka diabaikan, dicaci dan dimaki

Apakah kamu tahu alasannya?

Mereka seakan menjauh

Itu karena para tikus kantor

Yang mengisap harta dan hakikat kami

128                                                                                                                                                                                            Ildayana Ilham (XI IPS 2)

Korupsi

Indonesia tercinta, kekayaan melimpah

Tapi korupsi dimana-mana

Memakan uang haram, uang masyarakat

Mereka tak tahu apa-apa

Uang mereka dikemanakan??

Mereka hanya bisa berharap uang mereka

Digunakan untuk membangun bangsa yang tercinta

Korupsi……

Entah apa mau kalian??

Uang dan harta itu tidak akan kau bawa mati…

Entah seberapa besar dosa mu…

Dan akhirnya Tuhan murka

Kau ditangkap oleh KPK

Di penjara

Seluruh hartamu disita

Keluargamu entah dimana dan tak tahu bagaimana

Keadaannya…

Hei orang-orang yang berkuasa dengan uang haram

Tak tahu malu kah kalian ??

Hei….

Sadarlah itu bukan uang mu

129                                                                                                                                                                                            Ildayana Ilham (XI IPS 2)

Haram

Uang…

Harta…

Kekuasaan…

Tak akan selamanya ada!!!

HARAM

Hai, perut besar

Tak sadar kah kau dengan apa yang kau perbuat??

Tidak malu kah kau dengan keluarga dan orang-orang

Yang ada di sekelilingmu??

HARAM

Berapa banyak orang yang menderita karenamu

Kelaparan, sekolah, tempat tinggal, pekjerjaan

Tidak ada, semuanya tak ada karenamu

HARAM

Kau bersenang-senang diatas penderitaan mereka

130                                                                                                                                                                                            Wirawan Adi S. (XI IPS 1)

Untitled

Hari ini pemimpin tegak berdiri

Senyum berseri

Banyak yang menghormati

Laksana pahlawan malam, datang dari siang

Khalayak tau

Pemimpin gagah karena korupsi

Mengapa pahlawan masih dihormati?

Hari ini si jujur duduk bersimpuh

Mengadah tangan….

Meronta….

Dan meminta-minta….

Khalayak pun tau

Si jujur mengadah tangan

Meronta, dan meminta-minta….

Itu korban korupsi….

Mengapa si jujur tidak dikasih?

131                                                                                                                                                                                             Wirawan Adi S. (XI IPS 1)

Untitled

Sebuah tangan mengadah membuka,

Identik dengan meminta…

Datang di pinggir jalan

Acuh tak acuh oleh orang-orang yang melihatnya

Derita didapat, bukan inginku, ingin Nya atau ingin siapa-siapa

Siapa yang diatas semua?

Sebuah rumah hancur,

Dijadikan lebur, oleh bencana,

Tangisan, sama dengan sebuah pesta

Hiruk pikuk dimana-mana

Masa bodoh bagi orang-orang yang melihatnya

Dilayar kaca…

Hanya perihatin sementara, tidak bertindak apa-apa

Ini bukan inginku! Apalagi kamu, atau ingin siapa-siapa

Dimana, dewa penolong yang dikatakan “diatas sana”?

132                                                                                                                                                                                            Muhammad Aulia Wijaya (XI IPS 2)

Maling-Maling Berdasi

Jas dan dasi yang dipakai mereka

Seperti konglomerat yang kaya raya

Mobil-mobil dan rumah mewah

Hasil penghianatan sebuah amanah

Menipu, mencuri, melobi

Adalah makanan sehari-hari

Mereka suka makan uang rakyat

Tanpa pernah merasa terjerat

Mereka sama saja seperti maling-maling yang lain

Bedanya, koruptor dan hakim suka bermain-main

Bermain-main dalam sogok mengoyok

Itulah maling-maling berdasi

Penuh tipu dan atraksi

133                                                                                                                                                                                            Muhammad Aulia Wijaya (XI IPS 2)

Untitled

Apa mereka tidak mengenal dosa

Tidak tahu batas antara surga dan neraka

Merusak moral bangsa Indonesia

Mencuri demi nafsu dan harta

Tipu sini, tipu sana

Sogok sini, sogok sana

Tanpa mengenal lelah

Bohong kepada aparat pemerintahan

Bernyanyi diatas kemiskinan rakyat

Menari diatas penderitaan rakyat

Dengan semboyan harta adalah segalanya

Mereka siap menipu rakyat Indonesia

134                                                                                                                                                                                            Bintang A. L.

Menyesal Jadi Orang Indonesia

Menyesal aku jadi orang Indonesia

Mengapa aku dilahirkan jadi orang Indonesia

Menyesal aku jadi orang Indonesia

Penuh dengan koruptor yang tak peduli akan rakyat kecil

Menyesal aku jadi orang Indonesia

Kenapa harus Indonesia jadi tempat dimana

Aku dilahirkan penuh dengan orang-orang

Yang menyembah uang yaitu koruptor

135                                                                                                                                                                                            Muh. Fausan (Aksel)

Korupsi Para Koruptor

Eahai para pejabat

Yang menari dan  berjoget

Mengunyah uang rakyat

Tiada kata yang patut

Untuk para pejabat

Selain kata bangsat…

Laknat…

Dan keparat…

136                                                                                                                                                                                            Riza Muzdalifah

Manusia Rakus

Manusia adalah seorang yang ingin memiliki

Ingin memiliki kekayaan

Ingin memiliki jabatan

Ingin memiliki harta

Rakus akan kekayaan

Rakus akan jabatan

Rakus akan harta

Rakus akan duit

Itulah manusia

Halal haram ia miliki

Disuap pun oleh binatang diapun mau

Reski harampun ia mau

Itulah manusia rakus akan dunia

137                                                                                                                                                                                            Rahmatia W. (X-A)

Hai Koruptor

Raut wajahmu bagaikan seseorang

Yang tak punya kesalahan

Adakah rasa bersalah dalam dirimu

Hai…para koruptor…

Matamu bagaikan melihat sesuatu

Yang belum pernah engkau lihat dan lakukan

Adakah rasa kasihan atau bersalah

Pada orang lain

Tindakan apa yang engkau jalani selama ini

Bukankah iktu suatu kesalahan besar

Apakah selama ini engkau mementingkan negara

Dan masyarakat? Jika ia, kenapa engkau

Mengambil hak milik orang lain

Mengapa engkau mementingkan diri sendiri

Wahai…para koruptor

Dimana hati dan nurani engkau

Sehingga engkau melakukan kejahatan ini

Kami manusia biasa yang punya hak

Tetapi kenapa hak kami diambil…

138                                                                                                                                                                                            Rizla Malinda (X-A)

Tikus Pemakan Uang

Tawa bahagia terlihat di wajah mereka

Tanpa memikirkan perasaan rakyat-rakyat yang mereka pimpin

Tindakan mereka yang ramah menggoda para rakyat

Padahal di balik itu semua tersimpan maksud buruk

Untuk kepentingan mereka

Sampai kapan rakyat kecil harus menderita?

139                                                                                                                                                                                            Siti Chairiah (X-A)

PELAKU-PELAKU KORUPSI

Senyummu serasa terpercara

Namun senyum itu tak ada arti

Tingkah mu yang ramah

Yang mampu membuatku tergoda

Namun semua itu palsu

Engkau yang bersenang-senang

Di bawah penderitaan kami

Engkau yang melakukan semua ini

Tanpa perasaan

Engkaulah pelaku-pelaku korupsi

Mengapa engkau patahkan

Kepercayaan kami

Mengapa engkau merasa bangga

Dengan semua tindakanmu

Mengapa engkau tidak berlaku jujur

Wahai pelaku-pelaku korupsi

140                                                                                                                                                                                            Elisa Ermasari

Brantas Korupsi

Banyak jerit tangis yang terdengar

Merinti kesakitan, kelaparan, dan penderitaan akan kemiskinan

Tetapi mereka tak pernah perduli

Akan penderitaan dan kesengsaraan itu

Mereka tetap tertawa di atas penderitaan rakyat

Tetapi berbahagia disaat orang kesusahan

Mereka bagaikan tikus

Tikus-tikus yang tidak tahu diri

141                                                                                                                                                                                             Brama (X-E)

Koruptor

Koruptor…

Pemakan uang rakyat

Yang tidak pernah jera dan sadar

Pikiran penuh uang dan segala harta

Serta hati yang juga telah gelap denga harta

Orang yang tidak peduli akan kehidupan orang lain

Mementingkan diri sendiri

Untuk kepuasan nafsu pribadi yang tak pernah puas

Itulah koruptor,

Sang pembawa bencana bagi rakyat

142                                                                                                                                                                                            Kevin (X-E)

Untitled

Sang tikus pemakan uang haram

Hati dibelenggu kuping dibekam

Jiwa yang putih dibuat hitam

Rumah abadi neraka jahanam

597, kolom satu, KBBI

Sang koruptor tertulis di kitab suci

Tertulis orang layak binatang

Si tikus rakus berhati hangus

Rakyat berdoa satu kata

Satu bahasa satu makna

Semoga koruptor masuk neraka

Terbelenggu di dalam selamanya

143                                                                                                                                                                                            Fitrian M. O.

Koruptor

Berdasi dengan hati kosong

Menuju panggung kebohongan

Merangkak…memelas…menjilat

Demi meraih kursi kehinaan

Itulah kau koruptor

Kemeja bersih melekat

Bijak kata di bibir

Ramah senyum di wajah

Hina semua itu

Hina kau koruptor

Mengunyah uang rakyat

Sambil menari-nari

Kau bilang membela kami

Membela dan menikam

Hina kau koruptor

Bersihkan dasimu dari kehinaan

Kami menanti taubat darimu

144                                                                                                                                                                                            Yudith Y. Matindas

Munafik

Munafik…

Satu kata yang pantas

Untuk si peraup uang

Berlagak berjuang demi rakyat

Padahal pagar makan tanaman

Hancur…

Yang di bawah terus meminta

Lihat ke atas silau mata

Tikus-tikus berpesta pora

Meniknati hasil kerja munafik

Apa arti dunia ini

Jika penuh kemunafikan

Koruptor pembawa bencana

Hancur dunia ini

145                                                                                                                                                                                            Hurfi M.

Untitled

Kalian Para Pelaku Korupsi

Orang bilang kalian itu benalu

Rumah sendiri kok dijajah

Uang rakyat diambil untuk kepentingan sendiri

Pastikan penyesalanmu datang dari sekarang

Tiada manusia lagi yang akan kau rugikan

Oh…koruptor bertobatlah demi Indonesia, Rumahku ini

Rumahku bisa jadi tempat indah jika kalian bertobat Dan berhenti melakukannya

Dari Sabang sampai Merauke

Akulah saksi kejahatan kalian semua

Relakanlah uang rakyat, hanya untuk rakyat

Ilmu yang kau dapat bukan untuk mengambil uang  rakyat

Akankah engkau bertobat koruptor

Kembalilah ke jalan lurus

Untuk memajukan negara ini

146                                                                                                                                                                                            Ibrahim P. L.

Untitled

Kotor caramu menjalani hidup ini

Ogahkah engkau menjalani hidup ini dengan keikhlasan

Relakah engkau melihat orang-orang yang kau rebut haknya

Utuhkah negara ini ketika semua itu terjadi

Pantaskah semua itu terjadi

Tetapkah engkau bertahan dengan semua itu

Orang-orang yang kau ambil hanya bisa menangis bahkan

Rakyat hanya bisa tersenyum di atas penderitaanya

Read Full Post »

Pandu

suara lebah, berdengung di telinga

fahmi ngomong, menggetarkan telinga

Lulu

Anak Nabi Nuh namanya Kan’an

Devi kurus pacarnya Bonan

Fahmi

Ke Ragunan beli monyet

Juan usil, cakep bangeeeeet

Safira

Beli mangga beli papaya

Irien kecil usil orangnya

Devi

Ada asap keluar dari cerobong

Safira orangnya suka bengong

Zaky

Mendaki gunung Himalaya

Muka tampan banyak yang suka

Aldora

Sehabis hujan ada pelangi

Frida pinter pelajaran biologi

Read Full Post »