Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘syair’ Category

Aulia Riyani
Di kelas 10 C ada Lia
Ada juga teman dan siswa
Mereka rajin belajar dan bekerja
Tidak lupa juga pada agama

Riskiyanti

Hari-hari pasti bertemu dia
Hati ini terasa bahagia
Sehari saja tidak berjumpa
Hati ini terasa hampa

Teuku Ibnu

Ada sepatu di pasar Parung
Banyak terdapat tukang burung
Banyak tukang burung memakai sarung
Kasihan mereka yang berwajah murung

Cindi
Si Cantik dan si Buruk rupa
Mereka pergi bersama
Ke kastil lalu berdansa
Mereka hidup bahagia

Naviri Ray
Sumber air sudah dekat
Tapi jangan semua disikat
Siswa kini sudah tidak terlambat
Karena air tak lagi menghambat

Faidzhin
Tangerang diserang banjir banding
Banyak orang yang hilang
Banyak orang yang tegang
Mohon bantuan segera datang

Rinaldi

Ada udang di balik batu
Tidak ada yang menyatu
Apabila ada waktu
Kita kembali bertemu

Sri Indah Astuti
Naik onta di padang pasir
Ketemu dia lagi duduk nyengir
Mata melirik hati bergetir
Rasa haus ingin mencari air

Anindita
Anak-anak pergi ke Jepang
Pergi dengan rambut dikepang
Bawa bekal buat makan siang
Makan bersama dengan lauk udang

Aulia Vinia

Anak-anak desa main di sawah
Menunggu si Bapak mencari nafkah
Mencari nafkah tiada lelah
Agar menuju keluarga sakinah

Yara

Beberapa lama di kerajaan
Senantiasa bersuka-sukaan
Datanglah masa beroleh kedukaan
Baginda tinggalkan tahta kerajaan

Di Indonesia banyak hutan
Tapi habis karena kebakaran
Oleh orang-orang yang sialan
Mulai dari sekarang kita lestarikan

Zainul
Selamat tinggal anak dan istri
Ayah pergi takkan kembali
Batu nisan telah dinamai
Tandanya ayah telah pergi

Aditya
Kejamnya dirimu bagaikan perompak
Terombang-ambing karena ombak
Bagaikan seorang anak-anak
Yang gagal bermain congklak

Iklan

Read Full Post »

Ibrahim P.L.
Pantai kaimana enak tuk berenang
Tiap libur pulang tuk bersenang-senang
Aku ke sana berhati riang
Karena senjanya indah dipandang

Fachry

Bencong dikejar polisi
Dia lari ke banyak sisi
Untuk menghindar dari polisi
Yang dari tadi siap beraksi

Zulfikar
Kata sayang bukan berarti cinta
Perpisahan itu terasa duka
Warna ungu pertanda janda
Gagal itu berhasil yang tertunda

Arnia
Bali adalah pulau yang indah
Banyak bule mukanya merah
Bali lekat tradisi daerah
Orangnya ramah-ramah

Siti Khairiah

Banyak kasih dari ibuku
Selalu buat diriku
Rindu dan sayangku buat sang ibu
Doa selalu kupanjatkan untukmu

Hurfi

Kaimana di Papua
Banyak orang tinggal di sana
Orang Jawa tinggal di Papua
Mencari apa kalau bukan kerja

Rahmatia
Seri paduka sultan bestari
Setelah ia sudah beristri
Beberapa bulan beberapa hari
Hamillah putri permaisuri

Fadhel
Indonesia itu negara merana
Karena bencana di mana-mana
Rakyat bingung harus bagaimana
Karena pemerintah entah di mana

Arya B. K.
Muka polos buat tenang
Diam-diam menusuk dari belakang
Orang-orang jadi tegang
Emang mukanya minta ditendang

Elisa

Bengkulu dilanda gempa bumi
Banyak orang yang mati
Masyarakat hanya bisa meratapi
Malam tahun baru tidak ternikmati

Dika

Ada musibah di situ gintung
Banyak mayat yang hilang
Banyak juga orang yang meradang
Karena keluarga tak kunjung datang

Rizha

Dunia sudah mulai menua
Pemanasan global di mana-mana
Akankah kita begini selamanya
Ingat anak cucu kita di hari tua

Rayhan

Aceh diserang tsunami
Banyak sekali orang yang mati
Dan beberapa tidak diketahui
Hanya Allah yang mengetahui

Read Full Post »

Nisa
Balon-balon penuh warna
Gemerlap lilin belum sirna
Namun hati terasa merana
Ulang tahun setelah bencana

Ingat Desember 2004
Ketika tsunami datang menjerat
Menghindar pun sudah tak sempat
Bertobat pun tak membawa manfaat

Bencana datang membawa duka
Menyayat hati membuat luka
Tak bisakah kau menerka
Mungkin Tuhan sedang murka

Puji
Cinta datang dari hati
Tuk seorang yang kausayangi
Janganlah mencinta mati
Bias-bisa kau tersakiti

Aku ingin menjadi cerdas
Kumulai dengan belajar keras
Aku tak mau jadi pemalas
karena bisa tertindas

qomariah
bulan ramadlan telah tiba
perbanyak ibadah tambah pahala
hidup di dunia hanya sementara
pilihlah jalan menuju surga

burung garuda lambang persatuan
pemerintah jadi tumpuan
jangan serakah atas kekuasaan
kelak tak muat di kuburan

bulan ramadlan telah tiba
perbanyak ibadah tambah pahala
keluarkan zakat bersihkan harta
jadi manfaat untuk semua

Nadia Anisha

Papa mama pergi ke Mekah
Tiga belas hari tuk beribadah
Pergi ke sana mendapat berkah
Agar pahala melimpah ruah

Libur panjang telah tiba
Tak dapat melirik tak dapat berjumpa
Sedih hati jauh darinya
Ingin rasa tuk selalu bersamanya

Shany
Di Indonesia banyak yang korupsi
Rakyat kecil kelaparan dan mati
Apa pikiran pejabat tinggi
Mendapat jabatan ingkari janji

Abdullah Ichsan
Datang dan lihat tanpa menyapa
Seakan tak kenal siapa saya
Hanya diam tak seperti biasa
Padahal kau bingung entah mengapa

Kadang kugundah kepalang bingung
Waktu habis membuatnya terhubung
Sekarang semua sudah tersambung
Ternyata itu yang buatku bingung

Nida
Kupunya Tuhan kuasai ciptaannya
Atur perasaan, angan, dan harapan
Buat larangan uji kesetiaan
Perubahan demi kedamaian

Sungguh aku mendambakan
Jiwamu masih kurasakan
Ragamu akan selalu kurindukan
Hatimu yang kuinginkan

Ayu
Indonesia negeri yang makmur
Hutannya tumbuh dengan subur
Sering-sering kita bertafakur
Sebagai tanda rasa bersyukur

Indonesia sedng tidak beruntung
Musibah melanda Situ Gintung
Kesedihanku kini bergantung
Melihat korban tewas mematung

Ramzi
Banyak air di dunia ini
Mengalir deras ke desa ini
Sekarang kotor dan tidak wangi
Itu karena ulah sendiri

Berpuasa hari kemarin
Mudah-mudahan diberkahi, Amin
Minal aidzin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin

Read Full Post »