Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘karya Anak Dwiwarna’ Category

Presentasi Cerpen

Iklan

Read Full Post »

Zulfikar

Warna merah lambang keberanian

Badan gemuk dan tinngi pasti kuat

Warna hijau lambang kesuburan

Arya gemuk dan tinggi pasti hebat

Rahmatia

Biar jelek bajuku ini

Tidak kujemur sembarang tempat

Biar simpel temanku ini

Tapi kerja kerasnya sangat kuat

Ibrahim

Jalan-jalan ke kota Jakarta

Jangan lupa mampir ke Monas

Fahri siswa SMA Dwiwarna

Kelakuan kayak Abu Nawas

Elisa

Pempek makanan Sumatra selatan

Di sana gadisnya cantik jelita

Rizha cantik dari Jakarta selatan

Di Dwiwarna Bintang yang punya

Rizha

Ada anak suka bercerita

Senang sekali berburu kuskus

Arnia ramah nan cantik jelita

Selalu mendapat nilai yang bagus

Arnia

Rahmatia waita puarada

Asalnya dari kaimana

Orangnya sungguh baik hati

Tak banyak omong dan selalu ceria

Hurfi

Jalan-jalan ke Dwiwarna

Jangan lupa singgah ke Bangkok

Ibrahim dari kaimana

Suka sekali ayam Bangkok

Arya

Hurfi kelas 10 A

Berasal dari Kaimana

Hurfi ternyata hina

Siapa yang nyangka

Fadel

Indonesia itu negara maju

Tapi banyak bencana disana

Si hurfi rambutnya maju

Dia berasal dari Kaimana

Read Full Post »

Aulia Riyani
Di kelas 10 C ada Lia
Ada juga teman dan siswa
Mereka rajin belajar dan bekerja
Tidak lupa juga pada agama

Riskiyanti

Hari-hari pasti bertemu dia
Hati ini terasa bahagia
Sehari saja tidak berjumpa
Hati ini terasa hampa

Teuku Ibnu

Ada sepatu di pasar Parung
Banyak terdapat tukang burung
Banyak tukang burung memakai sarung
Kasihan mereka yang berwajah murung

Cindi
Si Cantik dan si Buruk rupa
Mereka pergi bersama
Ke kastil lalu berdansa
Mereka hidup bahagia

Naviri Ray
Sumber air sudah dekat
Tapi jangan semua disikat
Siswa kini sudah tidak terlambat
Karena air tak lagi menghambat

Faidzhin
Tangerang diserang banjir banding
Banyak orang yang hilang
Banyak orang yang tegang
Mohon bantuan segera datang

Rinaldi

Ada udang di balik batu
Tidak ada yang menyatu
Apabila ada waktu
Kita kembali bertemu

Sri Indah Astuti
Naik onta di padang pasir
Ketemu dia lagi duduk nyengir
Mata melirik hati bergetir
Rasa haus ingin mencari air

Anindita
Anak-anak pergi ke Jepang
Pergi dengan rambut dikepang
Bawa bekal buat makan siang
Makan bersama dengan lauk udang

Aulia Vinia

Anak-anak desa main di sawah
Menunggu si Bapak mencari nafkah
Mencari nafkah tiada lelah
Agar menuju keluarga sakinah

Yara

Beberapa lama di kerajaan
Senantiasa bersuka-sukaan
Datanglah masa beroleh kedukaan
Baginda tinggalkan tahta kerajaan

Di Indonesia banyak hutan
Tapi habis karena kebakaran
Oleh orang-orang yang sialan
Mulai dari sekarang kita lestarikan

Zainul
Selamat tinggal anak dan istri
Ayah pergi takkan kembali
Batu nisan telah dinamai
Tandanya ayah telah pergi

Aditya
Kejamnya dirimu bagaikan perompak
Terombang-ambing karena ombak
Bagaikan seorang anak-anak
Yang gagal bermain congklak

Read Full Post »

Ibrahim P.L.
Pantai kaimana enak tuk berenang
Tiap libur pulang tuk bersenang-senang
Aku ke sana berhati riang
Karena senjanya indah dipandang

Fachry

Bencong dikejar polisi
Dia lari ke banyak sisi
Untuk menghindar dari polisi
Yang dari tadi siap beraksi

Zulfikar
Kata sayang bukan berarti cinta
Perpisahan itu terasa duka
Warna ungu pertanda janda
Gagal itu berhasil yang tertunda

Arnia
Bali adalah pulau yang indah
Banyak bule mukanya merah
Bali lekat tradisi daerah
Orangnya ramah-ramah

Siti Khairiah

Banyak kasih dari ibuku
Selalu buat diriku
Rindu dan sayangku buat sang ibu
Doa selalu kupanjatkan untukmu

Hurfi

Kaimana di Papua
Banyak orang tinggal di sana
Orang Jawa tinggal di Papua
Mencari apa kalau bukan kerja

Rahmatia
Seri paduka sultan bestari
Setelah ia sudah beristri
Beberapa bulan beberapa hari
Hamillah putri permaisuri

Fadhel
Indonesia itu negara merana
Karena bencana di mana-mana
Rakyat bingung harus bagaimana
Karena pemerintah entah di mana

Arya B. K.
Muka polos buat tenang
Diam-diam menusuk dari belakang
Orang-orang jadi tegang
Emang mukanya minta ditendang

Elisa

Bengkulu dilanda gempa bumi
Banyak orang yang mati
Masyarakat hanya bisa meratapi
Malam tahun baru tidak ternikmati

Dika

Ada musibah di situ gintung
Banyak mayat yang hilang
Banyak juga orang yang meradang
Karena keluarga tak kunjung datang

Rizha

Dunia sudah mulai menua
Pemanasan global di mana-mana
Akankah kita begini selamanya
Ingat anak cucu kita di hari tua

Rayhan

Aceh diserang tsunami
Banyak sekali orang yang mati
Dan beberapa tidak diketahui
Hanya Allah yang mengetahui

Read Full Post »

Nisa
Balon-balon penuh warna
Gemerlap lilin belum sirna
Namun hati terasa merana
Ulang tahun setelah bencana

Ingat Desember 2004
Ketika tsunami datang menjerat
Menghindar pun sudah tak sempat
Bertobat pun tak membawa manfaat

Bencana datang membawa duka
Menyayat hati membuat luka
Tak bisakah kau menerka
Mungkin Tuhan sedang murka

Puji
Cinta datang dari hati
Tuk seorang yang kausayangi
Janganlah mencinta mati
Bias-bisa kau tersakiti

Aku ingin menjadi cerdas
Kumulai dengan belajar keras
Aku tak mau jadi pemalas
karena bisa tertindas

qomariah
bulan ramadlan telah tiba
perbanyak ibadah tambah pahala
hidup di dunia hanya sementara
pilihlah jalan menuju surga

burung garuda lambang persatuan
pemerintah jadi tumpuan
jangan serakah atas kekuasaan
kelak tak muat di kuburan

bulan ramadlan telah tiba
perbanyak ibadah tambah pahala
keluarkan zakat bersihkan harta
jadi manfaat untuk semua

Nadia Anisha

Papa mama pergi ke Mekah
Tiga belas hari tuk beribadah
Pergi ke sana mendapat berkah
Agar pahala melimpah ruah

Libur panjang telah tiba
Tak dapat melirik tak dapat berjumpa
Sedih hati jauh darinya
Ingin rasa tuk selalu bersamanya

Shany
Di Indonesia banyak yang korupsi
Rakyat kecil kelaparan dan mati
Apa pikiran pejabat tinggi
Mendapat jabatan ingkari janji

Abdullah Ichsan
Datang dan lihat tanpa menyapa
Seakan tak kenal siapa saya
Hanya diam tak seperti biasa
Padahal kau bingung entah mengapa

Kadang kugundah kepalang bingung
Waktu habis membuatnya terhubung
Sekarang semua sudah tersambung
Ternyata itu yang buatku bingung

Nida
Kupunya Tuhan kuasai ciptaannya
Atur perasaan, angan, dan harapan
Buat larangan uji kesetiaan
Perubahan demi kedamaian

Sungguh aku mendambakan
Jiwamu masih kurasakan
Ragamu akan selalu kurindukan
Hatimu yang kuinginkan

Ayu
Indonesia negeri yang makmur
Hutannya tumbuh dengan subur
Sering-sering kita bertafakur
Sebagai tanda rasa bersyukur

Indonesia sedng tidak beruntung
Musibah melanda Situ Gintung
Kesedihanku kini bergantung
Melihat korban tewas mematung

Ramzi
Banyak air di dunia ini
Mengalir deras ke desa ini
Sekarang kotor dan tidak wangi
Itu karena ulah sendiri

Berpuasa hari kemarin
Mudah-mudahan diberkahi, Amin
Minal aidzin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin

Read Full Post »

Oleh Faidzin

Judul               : Harry potter

Penulis            :     J.K. Rowling
Penerbit           :     Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku       :     384 halaman
Catatan            :     Pertama
Rangkuman      :
Harry Potter hidup sebagai anak biasa di keluarga paman dan bibinya setelah saat ia masih bayi ditinggalkan di depan rumah mereka oleh Albus Dumbledore. Orang tuanya dibunuh oleh penyihir hitam yang sangat kuat bernama Voldemort namun ia menghilang saat mencoba membunuh Harry. Oleh keluarga Dursley, ia diperlakukan semena-mena karena keluarga Dursley tidak ingin Harry dan orang lain tahu bahwa mereka adalah keluarga dari penyihir.
Kehidupan Harry berubah saat rumahnya dibanjiri surat sampai mereka harus mengungsi namun akhirnya Rubeus Hagrid dari Hogwarts mengantar sendiri surat tersebut yang merupakan undangan bersekolah di Hogwarts. Harry Potter akhirnya mengetahui kepopulerannya di dunia sihir saat berkunjung ke Diagon Alley, perbelanjaan para penyihir dan Gringotts, bank sihir. Di Gringotts, Hagrid juga melaksanakan tugas untuk mengambil sebuah benda kecil yang amat rahasia.
Dalam perjalanan ke sekolahnya dengan Hogwarts Express, Harry bertemu beberapa anggota keluarga Weasley yaitu Ronald Weasley, si kembar Fred dan George Weasley, dan Percy Weasley. Sebelumnya, di stasiun ia bertemu Molly Weasley, ibu mereka, dan Ginny Weasley. Selain itu, terdapat pula Hermione Granger, Neville Longbottom, serta Draco Malfoy.
Di Hogwarts, mereka diseleksi ke dalam satu dari empat asrama oleh Topi Seleksi. Harry, Ron, Hermione, dan Neville masuk ke asrama yang mempunyai reputasi terbaik, Gryffindor, sedangkan Malfoy masuk ke Slytherin, tempat berbagai penyihir hitam.
Hari-harinya di Hogwarts terdiri dari berbagai pelajaran sihir namun yang paling dibencinya adalah Profesor Snape, guru Ramuan dan terdapat pula guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam, Profesor Quirrell. Harry juga secara istimewa masuk dalam tim Quidditch Gryffindor.
Cerita bergulir tentang percobaan pencurian di lokasi yang sama dengan barang yang diambil Hagrid serta Harry yang menemukan Cermin Tarsah. Berbagai kejadian terjadi dan menunjukkan seseorang berusaha mencuri Batu Bertuah dengan tersangka Snape. Rahasia ini hanya diketahui Harry, Ron, dan Hermione.
Namun, setelah mengatasi berbagai rintangan, yang ditemukan berusaha mencuri adalah Quirrell yang ditumpangi Voldemort. Usahanya menghalangi pencurian berhasil dan Gryffindor memenangkan piala asrama.

Read Full Post »

oleh Aldora Oktaviana
Kelas : 10 D

Judul                  : Summer Breeze
Pengarang         : Orizuka
Penerbit             : Puspa Swara
Ringkasan Novel

Novel ini bercerita tentang kehidupan sepasang saudara kembar bernama Ares dan Orion yang memiliki sifat berkebalikan 180 o dan menyukai wanita yang sama bernama Reina. Ares, yang dijuluki preman kampus, memiliki banyak musuh, skeptis, dan emosional. Sedangkan Orion, sang bintang basket, penerima beasiswa, sekaligus cowok populer di kampus. Sikap Orion inilah yang membuat mama dan papa mereka berdua lebih perhatian terhadap Orion dibandingkan  Ares. Reina adalah teman masa kecil Ares dan Orion. Pada waktu kecil mereka bertiga telah membuat permohonan dan mereka berjanji akan membaca permohonan itu sepuluh tahun lagi. Namun, setelah satu tahun mereka membuat permohonan itu, Reina harus pergi keluar negeri tanpa sempat memberi tahu kepergiannya kepada Ares dan Orion. Selama kepergian Reina inilah, Ares merasa ia sudah tidak memiliki teman untuk berbagi suka dan duka. Apalagi setelah Ares tahu bahwa ia menderita penyakit disleksia. Yaitu penyakit yang menyerang saraf manusia sehingga ia kesulitan dalam mengeja kata – kata. Hal ini membuat Ares semakin menjauh dari lingkungannya. Orang tuanya pun tidak memperhatikannya, mereka justru lebih memperhatikan Orion yang pintar dan selalu menang dalam pertandingan basket.
Sebelas tahun kemudian, ayah Orion dan Ares memberikan kejutan pada hari ulang tahun mereka berdua. Hadiahnya adalah dengan mendatangkan Reina dari luar negeri untuk bertemu lagi dengan Ares dan Orion. Orion menyambut baik kedatangan Reina, namun tidak dengan Ares. Ares merasa Reina telah membohongi dia dengan berjanji akan kembali sepuluh tahun lagi. Dengan berbagai upaya, akhirnya Reina dapat mengembalikan kepercayaan Ares kepada dirinya. Beberapa hari kemudian, Reina mengajak Ares untuk membaca permohonan mereka dahulu. Di situlah, Reina menunjukkan permohonannya dahulu, yang isinya, “ Reina pengen selalu bersama Ares, habis Reina suka sama Ares. “. Di situlah mereka sadar bahwa sebenarnya mereka memiliki perasaan yang sama.
Satu bulan kemudian, Orion mengajak Reina dan Ares untuk melihat pertandingan basket dimana Orion sebagai kapten basket. Mereka berdua pun setuju untuk melihat pertandingan tersebut. Dan hasilnya, tim Orion menang melawan tim dari Universitas Kencana dengan skor 86 – 85. Namun, dibalik kesuksesan tim Orion ada seseorang yang tidak menyukai kemenangan Orion. Dia adalah Aryo. Aryo adalah teman setim Orion. Mereka berdua mengincar posisi kapten. Sayangnya, yang terpilih sebagai kapten tim adalah Orion. Padahal orang tua Aryo sudah menaruh harapan besar terhadap Aryo. Kemenangan Orion membuat Aryo tambah geram. Ia pun menyuruh beberapa orang untuk menghabisi Orion. Saat orang – orang suruhan Aryo mulai memukuli Orion, datanglah Ares yang membantu Orion. Namun sayang, yang terjadi adalah Ares babak belur dihadapan Aryo. Orion yang khawatir dengan keadaan Ares langsung membawa Ares ke rumah sakit. Ares sempat koma selama satu bulan yang mengakibatkan kakinya lumpuh. Selama Ares tidak bisa berjalan, Reina selalu menemaninya. Hingga akhirnya Ares mengucapkan sesuatu kepada Reina. “ Good bye, Love. “, lalu ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Read Full Post »

Older Posts »